Bappelitbangda Akui RPJMD 2019 Sudah Singkron dengan Visi Misi Bupati Sampang

oleh -108 views

SAMPANG, Rabu (13/2/2018) suaraindonesia-news.com – Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) TA 2019 oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang, diakui oleh Sekretaris Bappelitbangda Umi Hanik Laila, telah dirancang dan disusun setelah pelantikan Bupati – Wakil Bupati terpilih pada akhir Januari 2019.

Menurut Umi Hanik, perancangan dan penyusunan RPJMD yang sudah menjadi kuajibannya, dilakukan dengan sejumlah pihak termasuk para tim bupati dan wakil Bupati agar bisa disinkronisasi dengan keinginan yang tercantum dalam visi dan misi saat pencalonannya.

“Visi dan misi beliau itu apa yang dikehendaki. Kami rumuskan RPJMD itu bersama-sama. Dulu saat kampanye ada 7 visi dan misi yang disampaian ke DPRD. Namun, setelah dievaluasi bersama timnya, misi bupati dirangkum menjadi 5 visi dan misi. Kemudian rancangan ini sudah disepakati bersama untuk di implementasikan ke program,” ucap Hanik, kemarin.

Umi Hanik menjelaskan, meski telah disusun, RPJM menurutnya harus sinkronkan dengan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).

Selain itu, Umi Hanik menyatakan, rancangan visi dan misi kepala daerah saat ini diyakini sudah selaras dengan program nasional. Sebab menurutnya, penyusunan visi dan misi kepala daerah sudah melalui pembahasan dengan sejumlah pihak seperti akademisi.

“Sedangkan untuk penekenannya, berdasarkan Permendagri No 86 tahun 2017, RPJMD harus sudah ditetapkan dengan Perda terhitung enam bulan sejak pelantikan atau sekitar akhir Juli 2019 mendatang,” terangnya.

Meski demikian, Umi Hanik menjelaskan untuk program kegiatan saat ini diakuinya sudah bagian dari RPJM.

“Ya program 2019, itu harus masuk dalam RPJM sebagai tahun pertama. Dan untuk perencanaan 2020 disesuaikan dengan fokus keinginan kepala daerah,” katanya.

“Kalau beliau sendiri ada 21 program aksi dan semua program itu kesemuanya sudah ada di kita (Bappelitbangda). Misal meningkatkan honor guru ngaji dan guru honorer, insentif pengurus masjid, tapi itu nanti tergantung kemampuan anggaran kita,” pungkasnya.

Reporter : Nora-Luk
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *