Banyak Korban Alami Keracunan Gas, Yahya Boh Kaye Tuding PT. Medco Ceroboh dan Tak Profesional Terkait Kegiatan Flaring

oleh -435 views
Foto : Anggota DPRK Aceh Timur, M. Yahya Ys saat meninjau korban keracunan gas di Puskemas Banda Alam.

ACEH TIMUR, Jumat (09/04/2021) suaraindonesia-news.com – Puluhan warga jatuh bertumbangan karena keracunan akibat mencium bau gas yang berasal dari kegiatan flaring atau pembakaran terhadap bekas sumur gas dengan metode fracturing acid yang dilakukan PT. Medco E&P Malaka yang berada dilokasi AS-11.

Selain puluhan warga yang harus di evakuasi ke Puskesmas karena keracunan gas, sebagian harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud (RSUZM) Idi Rayeuk karena kondisi sangat parah mengalami sesak nafas dan muntah darah. Sementara 200 jiwa harus mengungsi ke tempat yang aman.

Anggota DPRK Aceh Timur M. Yahya Ys mengecam keras terhadap pihak Medco karena dalam proses kegiatan flaring atau cuci bekas sumur gas tanpa ada sosialisasi yang massive kepada masyarakat sekitar, sehingga sisa gas yang tidak terbakar mengeluarkan bau yang menyengat dan beracun.

“Kecerobohan Pihak Medco membuktikan kegiatan prepare atau flare yang mereka lakukan tidak profesional dan tidak memenuhi SOP (Standar Operasional Prosedure),” tegas M. Yahya Ys kepada Media. Jumat (09/04) dilokasi pengungsian di Kantor Camat Banda Alam.

Seharusnya kata dia, sebelum kegiatan tersebut dilakukan ada sosialisasi lebih dahulu kepada warga dan ada safety yang ketat sehingga tidak berdampak terhadap lingkungan, baik terhadap manusia, hewan maupun tumbuhan-tumbuhan yang terkontaminasi dengan gas racun.

Pria yang akrab disapa Yahya Boh Kaye ini juga menegaskan, jika tidak ada jaminan dari pihak Medco, maka diminta untuk menghentikan kegiatan bila perlu ditutup sementara waktu sampai ada jaminan keselamatan terhadap lingkungan.

“Pihak Medco harus menghentikan kegiatan dan menutup sementara waktu sampai ada jaminan keselamatan terhadap lingkungan,” tegas Yahya Boh Kaye.

Kehadiran Medco lanjut Yahya Boh Kaye, jangan sampai menjadi sumber malapetaka bagi manusia dan lingkungan yang berada dilingkar operasi PT. Medco E&P Malaka.

Sementara VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi dalam keterangan nya mengatakan bahwa perusahaan segera menghentikan aliran sumur, setelah mendapatkan informasi.

Menurut Rinaldi, PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama instansi terkait di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam tengah fokus menangani dampak asap dari kegiatan flaring gas sumur AS-11 yang sedang dalam proses perawatan sumur.

“Saat ini, Perusahaan berkoordinasi dengan Puskesmas, aparat dan keamanan setempat untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga. Kami juga telah berkoordinasi dengan BPMA dan berharap dukungan masyarakat, pemerintah serta pemangku kepentingan setempat dalam penanganan kejadian ini,” ujar Rinaldi. Jumat pagi (09/04).

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

One thought on “Banyak Korban Alami Keracunan Gas, Yahya Boh Kaye Tuding PT. Medco Ceroboh dan Tak Profesional Terkait Kegiatan Flaring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *