KOTA BOGOR, Senin (06/07) suaraindonesia-news.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bogor, Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Bogor periode 2006–2011, Danny Suhendar, SH, mengajak seluruh kader Partai Golkar menjaga soliditas organisasi serta mengedepankan semangat musyawarah dalam menentukan kepemimpinan partai untuk periode mendatang.
Menurut Danny, Partai Golkar Kota Bogor memiliki banyak kader yang dinilai berkualitas, berpengalaman, dan layak diberi kesempatan memimpin organisasi. Keberadaan sejumlah figur potensial tersebut, kata dia, merupakan modal penting bagi partai dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
“Golkar Kota Bogor memiliki banyak kader yang layak memimpin. Masing-masing memiliki pengalaman, kapasitas, dan rekam jejak pengabdian yang baik. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin, saya yakin memiliki kemampuan membawa Partai Golkar semakin maju,” ujar Danny.
Ia menilai setiap kader telah memberikan kontribusi sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Karena itu, menurutnya, seluruh kader patut memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti proses demokrasi internal partai.
“Semua kader adalah aset Partai Golkar. Mereka telah berjuang dan memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya masing-masing. Karena itu, berikan ruang dan kesempatan yang sama kepada setiap kader yang ingin mengabdikan diri melalui kepemimpinan partai,” katanya.
Danny berharap pelaksanaan Musda dapat berlangsung dalam suasana yang sejuk, penuh kekeluargaan, dan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat. Menurutnya, apabila seluruh kader memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan partai, maka keputusan terbaik dapat dicapai tanpa menimbulkan perpecahan.
“Kalau memungkinkan, Musda dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat. Bahkan bila seluruh pihak bersepakat, aklamasi tentu menjadi cerminan kedewasaan politik dan soliditas organisasi. Yang terpenting bukan cara memilihnya, tetapi bagaimana persatuan tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Partai Golkar merupakan rumah bersama seluruh kader, bukan milik individu maupun kelompok tertentu.
“Golkar bukan milik orang per orang, melainkan milik seluruh kader dan menjadi wadah perjuangan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, setiap kader harus diberikan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan memimpin,” tegasnya.
Lebih lanjut, Danny mendorong kader yang telah memperoleh kesempatan memimpin pada periode sebelumnya untuk memberikan ruang bagi kader lain yang juga memiliki kemampuan dan potensi.
“Regenerasi merupakan bagian dari proses organisasi yang sehat. Kader-kader yang sudah pernah mendapat kesempatan memimpin kiranya dapat memberikan ruang kepada kader lain. Saya meyakini banyak kader Golkar Kota Bogor yang juga mampu, memiliki gagasan, integritas, dan potensi untuk membawa partai menjadi lebih maju,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Danny berharap Musda Partai Golkar Kota Bogor dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, melahirkan kepemimpinan terbaik, serta semakin mengokohkan Partai Golkar sebagai partai yang terbuka, demokratis, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.












