PeristiwaRegional

Banyak Bangunan Diatas Sepadan Sungai, Petugas Kesulitan Bangun Tanggul

Avatar of admin
×

Banyak Bangunan Diatas Sepadan Sungai, Petugas Kesulitan Bangun Tanggul

Sebarkan artikel ini
IMG 20200312 203909
Petugas saat mengecek bangunan yang berada diatas tangkis sungai.

LUMAJANG, Kamis (12/3/2020) suaraindonesia-news.com – Banyaknya bangunan diatas tangkis (sepadan) sungai Bondoyudo, Dinas Pengairan Propinsi Jawa Timur Wilayah Lumajang, sampaikan kesulitan untuk membangun akses buka tutup air sungai menuju perkampungan warga Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.

Petugas Dinas Pengairan Propinsi Wilayah Lumajang, Samsul Arifin, saat ditemui sejumlah pengurus DPD LIRA Kabupaten Lumajang, untuk meminta keterangan seputar hasil kroscek dilapangan kemarin.

“Aliran sungai tersebut berasal dari drainase jalan, yaitu air sungai Bondoyudo bertemu dengan air hujan dari jalan yang sulit menuju sungai Bondoyudo,” jelas Samsul waktu ditemui diruang kerjanya.

Menurut Samsul, pihaknya hanya mengatur pemanfaatan dari lahan saja bukan mengambil hak milik tanah kepunyaan warga masyarakat.

“Bangunan dialokasi tersebut sudah rapat dan mengganggu tangkis, sebab mepet dan ada juga bangunan yang diatas tangkis,” katanya lagi.

Aturannya, kata Samsul, bangunan itu jaraknya 5 meter dari kaki luar tangkis. Dirinya sidah melakukan penelusuran terkait sejumlah bangunan yang dibangun diatas tangkis sungai Bondoyudo, dan banyak yang masuk dalam katagori not good dan danger.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memanfaatkan jalur sepadan sungai untuk membangun rumahnya.

Sedangkan menurut warga setempat, Widady, saat ditanya terkait mepetnya sejumlah rumah warga ke sepadan sungai, menjawab, bahwa buktinya tidak ada yang menempel pada sepandan sungai.

“Kan yang rusak di tanggul yang belakang,” ujarnya.

Dulu menurut Widady, tetangganya pernah menyampaikan kalau ada perbaikan dan tidak jadi masalah lahan yang sempit.

“Kalau di sertifikat, 2 buah rumah ini nggak ada yang melanggar,” ungkapnya.

Dan dikatakan Widad, jika sempit menjadi kendalanya, di kota Surabaya dan Jakarta kan jauh lebih sempit lagi. Tapi mereka bisa membangun apapun.

“Barusan saya tanya ke ayah, kalau membangun itu ada mulai dulu, mulai sebelum ada DAM,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Ela