Bantuan Hibah Tracktor, Dijadikan Meraup Keuntungan Oknum Dispertanak Pati

Reporter: Aris

Pati, suaraindonesi-news.com – Bantuan hibah alat pertanian jenis handtracktor pada Dinas Pertanian Kabupaten Pati yang bersumber dari Aspirasi Anggota DPR-RI Firman Subagyo dijadikan meraup keuntungan oleh oknum pegawai Dinas Pertanian.

Hal ini diketahui oleh wartawan ketika datang ke Dinas Pertanian bidang Usaha Tani saat ada penyampaian realisasi bantuan handtracktor kepada kelompok tani.

Saat verifikasi kepada kelompok tani yang mendapat bantuan hibah tersebut, kelompok tani diminta setor sebesar 1.750 ribu per satu jenis bantuan handtracktor dengan alasan buat biaya perakitan.

Bahkan Kelompok tani Tambah Mulyo 2 Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati juga mengaku diminta setor sebesar Rp. 5 juta untuk 2 bantuan handtracktor. Tetapi kelompok tani Tambah Mulyo 2 tidak mau memberi uang diminta oleh oknum pegawai Dinas Pertanian tersebut

Anggota DPR-RI Firman Subagyo yang berasal dari Pati ini saat di konfirmasi lewat jaringan pribadi kaget adanya pungutan tersebut, Firman Subagyo mengatakan.

“Saya sudah menghimbau kepada Dinas Pertanian saat merealisasikan bantuan hibah Handtracktor jangan sampai ada pungutan,” jelasnya.

Firman Subagyo juga mengajak untuk terus mengawasi praktik-praktik yang tidak benar pada semua bantuan hibah ke masyarakat.

Kepala bidang usaha tani Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Eric saat mau di konfirmasi adanya dana setoran pada bantuan hibah Handtracktor selalu menyibukan diri sehingga dengan terpaksa menemui wartawan dan mengatakan. “Benar biaya tersebut untuk perakitan dan pengantaran sampai ke tempat kelompok tani masing-masing,” katanya.

Hasil dari imbasnya bantuan tersebut dari investigasi wartawan, banyak kelompok tani yang menjual salah satu Handtracktornya karena untuk menutup biaya yang diminta oleh oknum Dinas Pertanian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here