Bantuan Ayam Joper untuk RTMP Bangkalan Menuai Persoalan

Bimtek bantuan Ayam Joper dari Kementan di Kabupaten Bangkalan. (Foto: Anam/SI)

BANGKALAN, Rabu (30/10/2019) suaraindonesia-news.com – Program Bantuan Ayam Jowo Super (Joper) oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari kepada Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menuai berbagai persoalan, diantaranya, transparansi data penerima serta jumlah bantuan yang disalurkan.

Hal tersebut dipaparkan oleh Abdul Rohman Tohir mantan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan, ia menyatakan bahwa di Kecamatan Tragah yang merupakan salah satu dari lima lainnya yakni Kecamatan Burneh Labang, Kamal dan Arosbaya, menurutnya, penerima bantuan dari Kementan tersebut jumlahnya tidak sesuai dengan ketentuan.

“Sepertinya di wilayah Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan, banyak Musang berambut hitam, berkepala manusia yang banyak memakan “Ayam Joper,” bantuan negara, kasihan masyarakat Tragah, yang mestinya mendapatkan 50 ekor/KK tapi ini malah hanya diberi 10 ekor-an,” ujarnya pada media.

Menurut dia, jumlah anggaran untuk ayam Joper sebesar 24 Miliar tersebut pelaksanaannya di Kabupaten Bangkalan masih banyak diselewengkan oleh oknum yang tega mengambil hak masyarakat miskin penerima bantuan.

“Dasar Musang, sampai kapanpun tetap musang…!, sukanya memangsa dan memakan hak rakyat miskin,” tambahnya bernada geram.

Dirinya mengaku mendapat informasi dari sumber yang dipercaya bahwa semua Desa penerima bantuan se Kecamatan Tragah hanya disalurkan 10 ekor pada setiap RTMP yang semestinya 50 ekor tiap RTMP dengan dalih pemerataan.

“Di Kecamatan Tragah penerima manfaat bantuan ayam Joper, hanya di kasih 10 ekor/orang, mestinya kan 50 ekor,
Indikasi di Kecamatan Tragah banyak Garangan/Musang berkepala hitam. Kades dan Camat kompak beralasan demi pemerataan bantuan, namun hal itu kan melanggar aturan,” jelasnya.

Sementara itu Hafid Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi mengaku tidak punya kewenangan, menurutnya, para Kepala Desa (Kades) sudah menandatangani fakta integritas penyaluran bantuan tersebut baik jumlah maupun sasaran penerima manfaat atau RTMP dan menyarankan untuk mengkonfirmasikan langsung pada pengurus Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari selaku unit pelaksana teknis dari Kementan.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Marisa


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here