Bantah Laporkan Ijazah Palsu Milik RM, Rona : Yang Kami Laporkan Proses Mendapatkan Ijazah, Bukan Soal Ijazah Palsu

oleh -637 views
Rona Fortuna (tengah) saat memberikan keterangan dihadapan awak media didampingi pelapor ijazah milik RM, Suriansyah (kiri) dan kuasa hukumnya Kahar Juli, SH (kanan) di salah satu rumah makan dikawasan Stallkuda, Balikpapan, Senin (22/3/2021).

BALIKPAPAN, Selasa (23/3/2021) suaraindonesia-news.com – Pelapor ijazah Wali Kota Balikpapan terpilih Rahmad Mas’ud (RM) yang dilakukan oleh Forum Masyarakat Balikpapan atas nama Suriansyah (Prof) pada 8/3/2021 lalu di Polda Kaltim membantah adanya pemberitaan di sejumlah media yang menyebut pihaknya melaporkan atas dugaan ijazah palsu.

Melalui juru bicaranya, Rona Fortuna, ia menegaskan, pihaknya tidak pernah melaporkan dugaan ijazah palsu milik Rahmad Mas’ud dengan gelar S-1 yang dikeluarkan oleh salah satu Universitas swasta di Kota Balikpapan seperti yang di beritakan oleh beberapa media.

Ia menyebut, pelaporan itu terkait dengan proses dalam mendapatkan ijazahnya, bukan dugaan ijazah palsu.

“Kami tidak pernah mengatakan ijazah S-1 yang dimiliki Rahmad Mas’ud itu palsu, ijazah tersebut memang asli, 100 persen asli. Karena yang mengeluarkan adalah universitas terdaftar, rektornya ada, dekannya ada, ijazahnya ada. Jadi, itu asli. Yang kami laporkan itu adalah prosedur atau proses dalam  mendapatkannya ijazah tersebut”, kata Rona Fortuna didampingi oleh pelapor Suriansyah (Prof) dan kuasa hukumnya Kahar Juli, SH., kepada awak media di salah satu rumah makan di kawasan Stalkuda, Balikpapan, Senin (22/3/2021).

Ia mengatakan, kasus pelaporan terkait ijazah milik RM itu tetap akan berlanjut, walaupun ada acaman akan dilaporkan balik.

Untuk melengkapi bukti-bukti dari laporan itu, ia mengatakan telah mendatangi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) XI wilayah Kalimantan.

“Alhamdulillah, kami diberikan waktu untuk melengkapi bukti-bukti yang lainnya. Sehingga kami sudah mendapatkannya, dalam waktu dekat akan ada titik terang terhadap kelanjutan kasus tersebut”, ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya melaporkan kasus tersebut bukan untuk mencari popularitas, ataupun mencari nama besar. Namun untuk mendapatkan kebenaran terhadap proses dikeluarkannya ijazah S-1 milik Wali Kota terpilih itu di Universitas swasta di Kota Balikpapan.

“Kalaupun nanti kami salah atas laporan itu, kami siap untuk di laporkan balik. Kami tidak takut dengan ancaman, jika ada yang akan melaporkan balik atas pencemaran nama baik, kami persilahkan”, tegasnya.

Ia pun menepis tudingan yang beredar, bahwa ia melaporkan persoalan ijazah milik RM itu berkaitan dengan persaingan politik dalam pilkada tahun 2020 yang lalu.

“Pelaporan terkait dengan ijazah milik RM tidak ada hubungannya dengan kontestasi politik, bukan karena pilkada, tidak ada hubungannya”, katanya.

Kuasa hukum pelapor, Kahar Juli, SH., menyampaikan, kasus yang dilaporkan oleh kliennya itu merupakan delik murni.

“Kasus ini sebenarnya masuk delik murni, walaupun tanpa pengaduan kami, proses itu mestinya harus tetap berjalan. Justru negara kita bantu memberikan informasi bahwa ada dugaan terhadap orang yang menyandang gelar kesarjanaannya diduga tanpa melalui proses pendidikan yang benar. Jadi, kalau ditanya ijazah milik RM itu adalah asli, tapi yang kita persoalkan adalah bagaimana cara mendapatkannya, prosesnya yang kita persoalkan”, kata Kahar.

Menurutnya, laporan itu bukan tanpa dasar. Sebelumnya, kliennya itu sudah menyurat ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX.

“Dasar itu langsung dari Dikti melalui surat resmi atas balasan dari surat yang kami mohonkan, surat balasan dari Dikti itu mengatakan, bahwa dikeluarkannya ijazah milik RM itu tidak sesuai. Jadi, bukti itu ada, bukan mengada ada”, terangnya.

Ia juga menyayangkan, ada LSM yang seakan-akan membackup dengan memberikan statment di media seakan menjadi juru bicara dari terlapor.

“Netral sajalah, mari kita buktikan bersama, jika ingin melaporkan balik silahkan. Jika merasa dianiaya, kemudian tidak terima, silahkan laporkan balik, tidak perlu lapor ke media, tapi lapornya di Kantor Polisi” katanya.

Reporter : Fauzi
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan