Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Bank BPRS bakti sumeker ikut serta menampilkan hasil produk binaannya seperti usaha madu, keripik singkong dan kerajinan dari sapu lidi, dalam pembukaan sosialisasi pembentukan insfrastruktur keungan, lembaga keuangan mikro (LKM) yang berbasis kelompok fungsional, Selasa (15/12/2015).
Dalam pembukaan LKM yang di gelar di pendopo agung Sumenep tersebut di hadiri Kepala Dinas Koprasi Jawa Timur I Made Sukartha, Pj Bupati Sumenep, Sekda, Ketua DPRD, Kejari dan seluruh SKPD Sumenep dan kelompok koprasi wanita Se Madura, dimana Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumah dari empat Kabupaten di Madura.
Sementara Kepala Dinas Koprasi Jawa Timur I Made Sukartha menyampaikan, dari 31.700 Koprasi di Jawa Timur, sekitar 12% atau sekitar 3000 an koprasi yang tidak aktif sebetulnya koprasi yang tidak aktif itu harus di meping dulu, soalnya ketidak aktifan mereka itu bisa terjadi karna mereka memang di bentuk untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, dari itu harus kita cegah.
Diakuinya, pihaknya sangat membutuhkan informasi dari semua lapisan masarakat, karena menurutnya, koprasi adalah sokoh guru kita semua dalam perekonomean negara,ujarnya.
“Dengan di gelarnya acara sosialisasi pembentukan insfrastruktur keuangan, lembaga keuangan mikro (LKM) ini agar dapat kiranya para koprasi wanita dan para pelaku UKM untuk memacu agar dapat bisa mengetaskan kemiskinan dan pengangguran khususnya masarakat jawa timur,”tutur I Made Sukarta.
Semementara Direktur oprasional Bank BPRS Bakti sumekar, Cahya Wiratama berharap, dengan acara LKM ini kita dari Bank BPRS bakti sumekar bisa bekerja sama dengan kualitas pembiayaan kepada koprasi maupun usaha mikro terkait dengan calon anggota koprasi khususnya koprasi jasa keuangan syariah dan bisa berdampak positif bagi semua pihak baik anggota koprasi maupun lembaga keuangan lainya.ujarnya.(min/fjr).












