Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Kabupaten Labura

oleh -82 views
Situasi pasca banjir Bandang menerjang tiga Desa di Kecamatan Na IX - X Labupaten Labura.

LABURA, Senin (30/12/2019) suaraindonesia-news.com – Setelah hujan lebat menguyur Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sabtu (28/12/2019). Tiga Desa diterjang banjir bandang setinggi sekitar 2 (dua) meter yang membawa material kayu dan pepohonan menerjang Dusun Siria-Ria, Desa Pematang dan Desa Hatapang, Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labura.

Kabid Pencegahan dan Kesiap Siagaan, Ginta Lumbangaoul menyebut, musibah banjir bandang tersebut yang terparah, terjadi di Desa Hatapang dan Desa Pematang Kecamatan NA IX – X Kabupaten Labura.

“Hujan mulai turun sekitar pukul 19.30 WIB Sabtu malam 28 Desember 2019, kemudian terjadilah banjir bandang dengan tinggi air mencapai lebih kurang 2 meter disertai dengan hanyutnya batang kayu yang cukup besar,” jelas Ginta saat di hubungi melalui saluran telepon selulernya. Minggu (29/12).

Ia juga menjelaskan, Pencegahan dan Kesiap Siagaan, rumah yang terkena dampak saat ini diketahui 5 rumah rusak berat di Desa Hatapang dan 3 rumah rusak berat Dusun Siri ria Desa Pematang, namun pihhaknya belum bisa memastikan kondisi terkini, pihaknya juga menunggu informasi Tim BPBD yang terbagi 3, serta laporan aparat Desa setempat dan pemberitahuan masyarakat.

“Jalan tidak bisa ditempuh ke sana untuk memastikan, situasi pasca musibah tersebut, kejadian seperti ini baru terjadi kali ini dengan kerusakan yang luar biasa, sampai menghancurkan 2 jembatan dan memutuskan badan jalan,” terang Ginta.

Sementara informasi yang diterima Media ini, Bupati Kabupaten Labura H. Kharuddin Syah telah turun kelokasi bencana, bersama rombongan pimpinan OPD dan Camat NA IX – X.

“Harapan kami untuk saat ini, semoga bantuan alat berat dan infrastruktur nantinya segera diperbaiki untuk meningkatkan kembali perekonomian masyarakat,” harapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labura saat dikonfirmasi mengatakan, telah turun ke lokasi kejadian, sekaligus mengevakuasi warga yang terkena dampak banjir bandang.

Informasi yang dapat dihimpun awak media ini, kerugian akibat banjir bandang ini di Desa Pematang, tepatnya di Dusun Siria – ria A dan Siria – ria B Jalan Umum (jalan kecamatan) yang menuju Desa Pematang Putus total sepanjang kurang lebih 100 (seratus) meter, jembatan menuju Dusun Siria-ria sebanyak 2 (dua) Jembatan, yaitu Jembatan Sungai Aek Mardua dan Sungai Aek Sosopan hanyut terseret air, 5 (lima) rumah hilang yg dekat dg aliran sungai, Lebih kurang 17 ( tujuh blas ) rumah yang dapurnya rusak, 15 (lima blas) hektar persawahan penduduk sepanjang aliran sungai Aek Mardua mengalami kerusakan, selanjutnya akses jalan didekat perkampungan Dusun Siria-ria hancur total yang panjangnya lebih kurang 150 meter. Dan data ini bisa saja bertambah.

Korban Jiwa sampai saat ini belum ada data pasti, namun informasi dari warga mengatakan, ada satu keluarga warga Dusun Siria – ria Desa Pematang yang mondok di pondok ladang mereka sebelum banjir bandang tersebut datang, yakni Akbar Sipahutar dan istrinya Cahaya Nasution serta 3 (tiga) anaknya, sampai saat ini belum di temukan keberadaannya .

Diduga kuat masih tertimbun longsor dan kebetulan sebelum musibah banjir bandang ini datang mereka mondok, sedang tinggal di gubuk perladangannya.

Kini pondok perladanganya itu tidak terlihat lagi, rumah pondok itu sudah rata dengan tanah dan hampir tidak terlihat lagi.

Akbar Sipahutar beserta, istri dan anak – anaknya sampai saat ini tidak ditemukan, sedang pondok mereka sudah rata disapu banjir bandang.

Namun warga berharap keluarga ini ditemukan dalam keadaan sehat walafiat.

“Semoga Akbar Sipahutar dan keluarganya tidak apa – apa, mereka nanti ditemukan dalam keadaan sehat walafiat,” harapnya.

Reporter : Judianto
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *