Bangun Museum HAM Omah Munir, Pemerintah Siapkan Lahan 2,2 Hektar dan Anggarkan Rp 5,4 Miliar

oleh -23 views
Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si meresmikan peletakan batu pertama di mulainya pembangunan Museum HAM Munir (8/12/2019) kota Batu Jawa Timur.

KOTA BATU, Minggu (8/12/2019) suaraindonesia-news.com – Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Munir di Jalan Sultan Hasan Halim Kota Batu Jawa Timur, yang diinisiasi oleh Yayasan Omah Munir segera terwujud, pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dan warga sekitar telah mendukung berdirinya sebuah museum pembelajaran di tanah kelahiran Munir.

Pembangunan Museum HAM Munir yang lokasinya berdekatan dengan kantor BNN kota Batu ini, Pemkot Batu telah menyiapkan lahan 2,2 hektar, sementara Pempov Jatim membantu Rp 5,4 miliar melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jatim.

Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si saat ditemui usai meresmikan peletakan batu pertama di mulainya pembangunan Museum HAM Munir (8/12/2019) siang, mengatakan pembangunan Museum Munir, Pemprov Jatim menganggarkan Rp 5,4 Miliar sesuai dengan yang diajukan Yayasan Omah Munir.

“Dari APBD Pemprov, pembangunan Museum Munir dianggarkan Rp 5,4 miliar, hal ini sesuai apa yang diajukan Yayasan omah munir. Bila nanti anggarannya membengkak, kami siap membantu, toh juga masih banyak sumber lain,” Jelas Khofifah Indar Parawansa.

Ia juga menyatakan bahwa berdirinya Museum HAM Munir ini merupakan kebersamaan membangun prinsip hak asasi manusia serta membangun pembelajaran, literasi dan edukasi yang masif sebagai upaya memanggil memori untuk universalisme kemanusiaan, termasuk dari berbagai agama.

Sedang Wakil Walikota Batu, Ir. H. Punjul Santoso, SH. MH menyatakan bahwa pembangunan museum dengan lahan 2,2 hektar ini nantinya bisa menjadi momentum bersejarah untuk memperkaya wahana kota Batu.

“Kehadirannya menjadi pembelajaran bagi anak-anak agar hak asasi manusia diketahui dan menjadi hak kita bersama.” Tutur Punjul Santoso.

Ditambahkannya, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini memandai tekad seluruh pejuang HAM dan pengambil kebijakan untuk terus mengupayakan penegakan hukum dan HAM di Indonesia.

“Khususnya bagi korban dan pelanggaran HAM. Gagasan pendirian Museum HAM ini merupakan tonggak pembelajaran tentang hak asasi manusia,” ungkapnya.

Sementara itu Pengurus Yayasan Omah Munir, Andi Achdian mengapresiasi dukungan positif dari Gubernur Jawa Timur, Pemkot Batu, Komnas HAM serta dukungan banyak pihak untuk mendukung berdirinya Museum HAM Munir.
Andi Achdian berharap agar museum ini nantinya bukan saja menjadi tempat yang menyimpan koleksi dari berbagai artefak yang mengingatkan generasi muda Indonesia terhadap perjalanan sejarah HAM di Indonesia, tetapi juga menjadi sebuah pusat pembelajaran bagi generasi muda Indonesia.

“Mereka dapat mempelajari nilai-nilai penting HAM untuk membangun Indonesia masa depan yang berkeadilan dan menghormati hak-hak asasi warganya,” jelasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *