Bandar Narkoba Asal Kepulauan Kangean Dibekuk Polisi

Reporter: Haliq

Sumenep, suaraindonesia-news.com – Bandar Narkoba asal Kepulauan Kangean berhasil di gerebek Polres Sumenep. Madura Jawa Timur, Rabu (27/4/2016) sekitar jam 09.30 Wib.

Tersangka bernama Moh. Adi, warga Desa Kalinganyar, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean di tangkap dirumahnya.

“Pemilik rumah diduga kuat sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu,” jelas Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin.

Menurutnya, anggota yang diturunkan dalam penggerebekan di antaranya enam (6) anggota dari polsek dan empat anggota Resmob polres setempat.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari rumah tersangka berupa sabu-sabu seberat 30.48 gr, yang dibungkus 14 plastik klip kecil.

“Diduga, sabu-sabu itu akan dijual di daerah kepulauan,” imbuhnya.

Selain itu, polisi mengamankan barang bukti (bb) berupa, satu buah timbangan elektrik, dua sendok, sedotan dari plastik, sebuah hendpond merk samsung tabled, satu bong dari botol plastik berisi air, satu bungkus selang sedotan.

Barang bukti lain, berupa bungkus roko stenlis, tiga buah jarum pentol dibungkus plastik, tas pinggang warna hitam merk tiger, lampu cas warna hitam.

Ia menjelaskan, 14 plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu dengan berat berbeda. Rinciannya, (5.07 gram),  (3.91 gram),  (5.78 gram),  (5.55 gram), (5.59 gram), (0.9 gram), (0.72 gram), (0.41 gram), (0.46 gram), (0.42 gram),  (0.44 gram), (0.42 gram), (0.46 gram), dan ada yang berisi (0.35 gram) sabu.

Tersangka mendapatkan barang terlarang itu dari seseorang bernama Cipto warga setempat.

“Setelah dilakukan mengejaran sesuai dengan pengakuan tersangka, ternyata orang tersebut tidak ada.

“Bisa jadi, tersangka akan menghilangkan jejak pemasok,” tuturnya.

Pihaknya, terus berusaha mengungkap pemasok barang haram tersebut kewilayah kepulauan. Saat inil, tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolsek Kangean.

“Tersangka dijerat pasal 113 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, atau denda uang paling banyak Rp 10 miliar,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here