Bakesbangpol Sampang Gelar Sosialisasi Ketentuan Cukai dan DBHCT

oleh -115 views
FOTO : Bakesbangpol Sampang menggelar sosialisasi terkait Cukai dan DBHCT di 14 Kecamatan se Kabupaten Sampang, yang diawali di Kecamatan Ketapang Sampang. (Foto: Nor/SI).

SAMPANG, Selasa (12/10/2021) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka penyampaian informasi ketentuan perundang-undangan dibidang cukai dan DBHCT, Bakesbangpol Sampang melaksanakan kegiatan sosialisasi pada masyarakat di Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang. Sasarannya, anggota dan pengurus parpol, ormas dan tokoh masyarakat.

Didik A Pribadi Camat Ketapang dalam sambutan sekaligus membuka acara mengatakan, Bea Cukai merupakan istilah yang cukup familiar bagi orang atau Lembaga yang berkutat dalam urusan ekspor impor. Bahkan, bagi masyarakat umum karena istilah Bea Cukai sering muncul dalam pemberitaan media.

“Namun, perlu diketahui Bea Cukai sebenarnya merupakan dua istilah berbeda dan memiliki pengertian terpisah. Bea adalah pungutan yang dikenakan Pemerintah kepada barang-barang yang diekspor maupun diimpor. Sementara, cukai merupakan pungutan yang dilakukan Pemerintah kepada barang-barang dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh Undang-Undang,” terangnya.

Dijelaskannya, pada kegiatan hari ini akan disampaikan oleh lima nara sumber atau pemateri, jadi mohon diperhatikan. Karena, sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman dan bertujuan untuk membuat kelompok masyarakat mengerti terkait barang-barang yang dikenakan Bea Cukai.

“Acara ini melibatkan Anggota Parpol, Ormas dan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Ketapang, dan kami berharap kepada seluruh undangan atau peserta agar mendengarkan seluruh materi. Sehingga, kita memahami terkait Cukai dan DBH CH. Nantinya, kita bisa menyampaikan kepada masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bakesbangpol Sampang Anang Djonaedi, yang diwakili oleh Sekretaris Bakesbangpol Sampang Achmad Husairi, dalam sambutannya menyampaikan permintaan maaf Kepala Bakesbangpol tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Dipaparkannya, Cukai merupakan pungutan resmi yang mana akan dibebankan oleh Negara pada barang-barang yang memiliki karakteristik khusus. Dimana, karakteristik khusus tersebut sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang cukai.

“Karakteristik khusus yang dimaksud adalah, sifat barang dimana dalam pemakaiannya bisa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan masyarakat umum. Misalnya, seperti rokok, minuman keras dan tembakau,” ulasnya.

Masih menutut Husairi, secara sederhana dapat dipahami bahwa harga sebungkus rokok yang dibeli oleh konsumen sudah mencakup besaran cukai di dalamnya. Pabrik rokok, telah menalangi konsumen dalam membayar cukai kepada Pemerintah pada saat membeli pita cukai yang terdapat pada kemasan rokok tersebut. Untuk mengembalikan besaran cukai yang sudah dibayar oleh pabrik, maka pabrik rokok menambahkan besaran cukai sebagai salah satu komponen dari harga jual rokok.

“Tujuan dari sosialisasi ini, untuk mengedukasi dan meningkatkan wawasan masyarakat terkait apa pentingnya dan manfaat cukai, serta pemanfaatan DBHCHT bagi kepentingan masyarakat, dan bahaya rokok ilegal,” tandasnya.

Ia berharap, masyarakat Kecamatan Ketapang tidak terlibat dalam industri rokok ilegal baik terkait produksi atau penyebaran rokok ilegal. Kegiatan ini, diharapkan agar sama-sama memahami bagaimana peraturan perundang-undangan DBHCHT tersebut. Misalnya, terkait permasalahan Bea Cukai dan rokok illegal. Dengan begitu, permasalahan rokok illegal di wilayah Kabupaten Sampang dapat diatasi.

Aiptu Sujianto,SH Kanit II Pidek Polres Sampang, menyampaikan, peranan Polri dalam proses penegakan hukum dan penyelidikan. Terutama terkait pidana terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007. Karena, Cukai merupakan pungutan Negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu, yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu sebagaimana yang ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007.

Masih menurut Aiptu Sujianto, dampak dari pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal adalah memberikan efek jera bagi pelaku dan pengusaha lain untuk tidak melakukan pelanggaran, dalam konteks ini akan mendorong peningkatan kepatuhan. Terdapat tambahan penerimaan Negara dari sanksi administrasi yang ditetapkan dan potensi penerimaan Negara yang terselamatkan.

“Kepolisian tidak bisa memproses terkait peredaran rokok ilegal, karena hal tersebut ranah Bea dan Cukai,” pungkasnya.

Terakhir Tesar Pratama, SE, Fungsional Ahli Pertama KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura, menjelaskan, tentang karakteristik barang kena cukai, kontribusi cukai bagi Negara, NPPBKC adalah izin untuk menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran di bidang cukai.

“Pabrik rokok harus terdaftar di Bea Cukai, dengan nama NPPBKC (Nomor Pokom Pengusaha Barang Kena Cukai) selama perusahaan/pabrik tersebut belum punya hal tersebut maka ilegal. Rokok Ilegal adalah rokok yang beredar diwilayah Indonesia baik yang berasal dari produk dalam negeri maupun impor antara lain rokok yang tidak dilekati pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, dan rokok yang dilekati pita cukai yang tidak sesuai dengan personalisasi dan peruntukannya,” ulasnya panjang lebar.

Sekedar diketahui, acara yang digelar di Pendapa Kecamatan Ketapang Selasa (12/10/2021) pukul 09.00 WIB tersebut, tampak hadir Kepala Bakesbangpol Sampang Anang Djonaedi Santoso S. Sos, M. Si, diwakili Sekretaris Bakesbangpol Achmad Husairi SE, MM Camat Ketapang Didik A Pribadi, Sekcam Ketapang Bambang, Fungsional Ahli Pertama KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura Tesar Pratama SE, KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura Henry S, dan Aiptu Sujianto, SH Kanit II Pidek Polres Sampang Bambang Maryono, SH, MH, Kasubid Lembaga Partai Politik dan Kemasyarakatan Bakesbangpol Sampang Forkopimcam Kecamatan ketapang dan undangan terdiri dari Parpol, Ormas dan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Ketapang sebanyak 60 orang.

Reporter : Muh. Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *