exodus
Berita UtamaEkonomiNews

Bakal Jadi yang Terbesar di Kaltim, Pembangunan Depo Kontainer Terpadu Balikpapan Bakal Dilengkapi SPBU hingga Area Jogging Track

×

Bakal Jadi yang Terbesar di Kaltim, Pembangunan Depo Kontainer Terpadu Balikpapan Bakal Dilengkapi SPBU hingga Area Jogging Track

Sebarkan artikel ini
IMG 20260626 215731
Foto: Kadishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli.

BALIKPAPAN, Jum’at (26/6) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan resmi memulai langkah awal pembangunan mega proyek depo kontainer dan terminal angkutan barang terpadu yang berlokasi di kilometer 13 diproyeksikan menjadi yang terbesar di Kalimantan Timur.

Proyek strategis yang berdiri di atas lahan aset pemerintah kota seluas 11,2 hektar ini dirancang untuk menjawab kebutuhan logistik modern sekaligus mengatasi berbagai persoalan tata kota.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, mengungkapkan bahwa realisasi proyek ini berjalan sesuai dengan instruksi langsung dari Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud.

Untuk memulai langkah konkret, pemerintah daerah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp10 miliar pada tahap pertama dari nilai total anggaran yang diperkirakan menelan biaya sebesar Rp175 miliar.

“Pembangunan depo kontainer sudah kita mulai, saat ini pekerjaan tahap awal berupa land clearing (pematangan lahan) senilai Rp10 miliar sudah berjalan di lapangan,” ujar Muhammad Fadli.

Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan persiapan awal ini ditargetkan rampung pada akhir Juni. Setelah fase ini selesai, kawasan tersebut sudah bisa langsung dimanfaatkan. Setidaknya, sejumlah truk berukuran besar sudah dapat memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut untuk mengurangi beban jalan protokol.

Fadli mengatakan bahwa setelah rampungnya pematangan lahan di akhir Juni, pihaknya akan mengundang para pemangku kepentingan untuk meninjau langsung hasil kerja di lapangan. Mitra kerja dari Komisi III DPRD Kota Balikpapan beserta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dijadwalkan hadir untuk menilai capaian realisasi fisik dan serapan anggaran.

“Nanti di akhir Juni, ketika persiapan awal selesai, Komisi III DPRD Balikpapan selaku mitra kerja kami bersama TAPD akan turun langsung menilai progres di lapangan. Ini merupakan komitmen transparan kami untuk membuktikan bahwa program ini sangat mendesak dan dibutuhkan oleh masyarakat Kota Balikpapan,” tegasnya.

Bukan sekadar tempat parkir biasa, depo kontainer ini dirancang dengan konsep modern terintegrasi yang menyatukan berbagai fasilitas pelayanan bagi awak angkutan dan operasional logistik.

Beberapa fasilitas utama yang akan dibangun di dalam kawasan seluas 11,2 hektar ini meliputi area parkir kendaraan berat, penyimpanan peti kemas, penginapan untuk para sopir, fasilitas olahraga (Jogging Track) dengan pemandangan langsung (view) ke arah hamparan peti kemas, memberikan atmosfer modern dan estetik.

Selain itu, di area tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sebagai solusi konkret untuk mengurai antrean panjang BBM solar yang selama ini kerap mengular dan mengganggu lalu lintas di kawasan Km 13 dan Km 15.

Kehadiran depo kontainer terpadu ini juga digadang-gadang menjadi mesin pencetak uang baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan. Di tengah tren efisiensi anggaran yang sedang terjadi di tingkat nasional, kemandirian fiskal daerah menjadi hal yang sangat krusial.

Fadli menjelaskan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan dari depo ini tidak main-main, yakni diperkirakan mampu menyumbang PAD hingga Rp100 miliar per tahun. Angka fantastis ini diklaim bukan sekadar estimasi kasar, melainkan hasil perhitungan ilmiah melalui berbagai dokumen perencanaan yang komprehensif.

“Perkiraan PAD mencapai Rp100 miliar per tahun, ini sudah melalui beragam kajian yang lengkap. Mulai dari Detail Engineering Design (DED), review DED, hingga kajian bisnis operasionalnya. Jadi kami bergerak berbasis data. Ketika depo ini terbangun dan berjalan secara efektif serta fungsional, kontribusi ratusan miliar tersebut siap mengalir ke kas daerah,” jelasnya optimis.

Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, proyek ini akan mewujudkan misi besar Wali Kota Balikpapan untuk menghadirkan pusat integrasi logistik dan terminal angkutan barang terbesar pertama di Provinsi Kalimantan Timur.