Bagaimana Mencegah Budaya Korupsi Untuk Generasi Akan Datang

Reporter: Sovan

Malang, Rabu (7/12/2016) suaraindonesia-news.com – Sangat dramatis sekali apabila anak cucu kita sudah terjangkit budaya korupsi dinegri ini, bisakah kita dengan kepedulian untuk mencegahnya, bagaimana kita bisa berbuat, apa yang harus kita lakukan demi kebaikan generasi anak cucu kita yang akan datang,?

Hal yang mendasar Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Berupaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam mencegah tindak pidana korupsi perlu adanya introspeksi diri masing-masing supaya dalam pencegahan korupsi tersebut dapat diharapkan yang lebih baik, dimana pribadi-pribadi kita sendiri harus menyadari bahwa korupsi ini dapat merusak kepribadian diri sendiri maupun juga orang banyak.

Dalam mencegah tindak pidana korupsi harus bermula dari diri sendiri dan kemudian secara bersama-sama untuk mencegahnya. Dalam hal ini penulis ingin memberikan suatu contoh yang realita dan tanpa kita sadari bahwa kita sudah mengajari dan melatih para generasi penerus bangsa.

Dimisalkan seorang Kepala rumah tangga menyuruh seorang anak berbelanja ke warung dengan memberikan uang sejumlah Rp. 20.000 kemudian kembalinya si anak tersebut si Kepala rumah tangga tidak menanyakan sisa uang/kembalian uang belanja kepada si anak dan kemudian si anak tidak mengembalikan sisa uang tersebut kepada sikepala rumah tangga dan mempergunakan sisa belanja  tersebut untuk belanja makanan.

Berdasarkan realita yang singkat ini menggambarkan, bahwa si kepala rumah tangga secara langsung sudah mengajari dan melestarikan perbuatan curang maupun tidak jujur kepada si anak. Seharusnya si kepala rumah tangga tersebut wajib menanyakan kembali sisa uang belanja tersebut.

Ini contoh kecil.bagaimana kita bisa mencegah supaya anak tersebut bisa terbuka dan jujur supaya hal sekecil itu bisa dipertangung jwabkan.

H. Surjono SH, MH, Ketua Dewan provinsi Jawa Timur (GNPK RI) berpendapat Sesunguhnya segala bentuk korupsi sangat merugikan masyarakat dan menyebabkan kerusakan moral bangsa yang sangat serius.

“Saatnya Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK – RI) Propinsi Jawa Timur turut berperan aktif dalam mensukseskan revousi mental sebagaimana dimanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila,” jelasnya.

Menurutnya, adapun peran serta dan tanggungjawab GNPK-RI Jawa Timur dalam menanggulangi bencana korupsi yang berkepanjangan dapat dilakukan sesuai fungsi dan peranannya sebagaimana diatur dalam TAP MPR RI No.XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme juncto Undang Undang No.31 tahun1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah menjadi Undang Undang RI No.20 tahun 2001 juncto Udang Undang RI No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juncto Peratuan Pemerintah RI No.68 tahun1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Negara juncto Peraturan Pemerintah RI No.71 tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Peraturan Pemerintah RI No.61 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang Undang No14 tahun 2008 tetang Keterbukaan Informasi Publik.

“Demi mewujudkan amanah undang undang diatas maka tanpa membedakan suku, ras, gender dan agama dan didorong semanat Proklamasi 1945 dan Pancasila serta keikhlasan yang tulus ikut berperan aktif dalam Pencegahan dan Pemberantasan tindak pidana korupsi dengan slogan berani jujur itu hebat dan mencegah korupsi dimulai Dari Diri Sendiri,” imbuhnya.

“Kita ini bicara yang akan datang bukan yang sudah terjadi kalau sekarang sudah marak dan menjamur korupsi dimanam ana ,ka lau yang terjadi sekarang biar nanti pihak kepolsian,kejaksaan yang menangani,” ujar surjo yang juga seorang advokad saat ditemui SI dikantornya di jalan Citandui 52 Kota Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here