Babinsa Tentenan Timur Dampingi Penjualan Gabah ke Bulog, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan - Suara Indonesia
BeritaRegionalSosial Budaya

Babinsa Tentenan Timur Dampingi Penjualan Gabah ke Bulog, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan

Avatar of admin
×

Babinsa Tentenan Timur Dampingi Penjualan Gabah ke Bulog, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250418 130639
Foto: Babinsa Desa Tentenan Timur, Sertu Moh. Saleh saat menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan melaksanakan pendampingan penjualan gabah kering hasil panen.

PAMEKASAN, Jumat (18/04) suaraindonesia-news.com – Babinsa Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Sertu Moh. Saleh, melaksanakan pendampingan kepada petani dalam proses penjualan gabah kering hasil panen kepada Perum Bulog Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional serta menjamin perlindungan terhadap hak-hak petani dalam transaksi hasil pertanian.

Pendampingan dilakukan terhadap gabah milik Adi, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Mulyo, yang hasil panennya mencapai 2.586 kilogram. Penjualan dilakukan dengan harga Rp6.500 per kilogram. Proses tersebut juga melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Larangan.

Sertu Moh. Saleh menjelaskan bahwa pendampingan tersebut bertujuan untuk memastikan proses penjualan berlangsung adil dan transparan.

“Babinsa hadir mendampingi petani dari masa tanam hingga penjualan hasil panen sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (18/04).

Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI, penyuluh pertanian, dan Perum Bulog penting untuk memberikan rasa aman dan kepastian harga kepada petani.

“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap petani lebih termotivasi dalam meningkatkan produksi dan merasa terlindungi dalam setiap proses distribusi hasil pertanian,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari dukungan lintas sektor terhadap petani lokal, khususnya dalam memastikan hasil panen terserap dengan baik dan petani mendapatkan nilai ekonomi yang sesuai.