ACEH UTARA, Rabu (28/05) suaraindonesia-news.com – Bukan hal yang asing, bahkan umum terjadi, selama ini sejumlah besar pejabat di Aceh Utara mematikan semua akses komunikasinya. Hal ini diduga guna menghindari dari komunikasi atau konfirmasi media massa.
Terlihat beberapa wartawan melontarkan pertanyaan terkait kondisi terkini terkait informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, fenomena ‘mati hp’ saat dilakukan investigasi jurnalistik. Pers berharap dimana mereka meminta ketegasan Bupati Aceh Utara terkait tersebut karena sangat urgen tentang informasi publik.
“Keterbukaan informasi publik sangat penting, jika terdapat banyak Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang sengaja menghindari wartawan sepatutnya kami mencurigai hal tersebut,” kata salah satu Wartawan junior televisi disela-sela diskusi dengan Bupati Aceh Utara bertepatan kegiatan Coffee Morning di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (28/05).
Menanggapi hal tersebut, Bupati mengaku hal tersebut tidak harus terjadi. Kerena kebutuhan informasi publik harus perioritaskan.
“Untuk kedepannya, kita pastikan komunikasi pejabat dengan Media Massa akan lebih baik dan ditindak bagi pejabat yang dengan sengaja menghapus komunikasinya. Seorang pejabat harus siap dalam segala hal,” kata Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil SE menjawab pertanyaan wartawan.
Hal tak lazimpun sempat terjadi, para Camat disebut mangkir saat Bupati menyampaikan capaian 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara periode 2025 – 2030 mendatang.
Para Camat yang sebelumnya sempat menempati tempat duduknya di dalam ruangan Aula, mendadak hengkang tanpa permisi. Hal tersebut pun menjadi atensi Bupati terhadap Asisten I Setdakab Aceh Utara.













