Demo DAK 2013 Mahasiswa vs Polisi Bentrok

oleh -117 views

SUMENEP, SURA INDONESIA-NEWS.COM – Sekitar 50 aktifis mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya), demo ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Kamis (18/12/2014).

Mereka mempertanyakan realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2013 di dua lembaga pendidikan, yang menyimpang dari juknis.
Dalam orasinya, mahasiswa menuding Disdik Sumenep bermain mata dengan lembaga penerima DAK, sehingga realisasi dana tersebut tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang ada. Lembaga penerima memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan lainnya, seperti paving dan pembuatan gedung PAUD, padahal dana tersebut dikucurkan untuk rehab besar gedung sekolah menengah atas.

“ Mana Kepala Disdik, Keluar dan temui kami, kita bicara masalah realisasi realisasi DAK 2013 yang realisasinya menyimpang dari juknis, bagaimana ini.. janagn-jangan memang ada kongkalikong antara disdik dengan lembaga,” teriak Basri Gie, korlap aksi, Kamis (18/12/2014).

Mahasiswa bahkan mengancam akan masuk paksa jika pihak disdik tidak ada yang menemui, karena hingga satu jam pihak disdik belum ada yang menemui pendemo, akhirnya mereka memaksa masuk dengan cara menerobos blokade barisan polisi, yang berjaga didepan pintu masuk kantor disdik. Kericuhan tak dapat dihindari manakala mahasiswa merangsek masuk kekantor disdik, beberapa mahasiswa sempat adu jotos, yang tidak memperbolehkan mereka masuk.

Namun kericuhan tidak berlangsung lama, setelah beberapa perwakilan dipersilahkan masuk oleh pihak disdik. Mereka ditemui Nurul Hamzah, dan Moh. Iksan Kabid Dikmin, Dinas Pendidikan Sumenep, namun dalam pertemuan tersebut belum menemukan titik temu dan mahasiswa meminta Kepala Dinas Pendidikan A. Shadik, turun dari jabatannya.

“ Kami minta Kepala Dinas Pendidikan Sumenep segera lengser dari jabatannya, karena selama kepemimpinan beliau, program yang ada di dinas pendidikan tidak berjalan dengan baik, contohnya dua proyek DAK 2013 yang dikerjakan tidak sesuai peruntukannya, masak dana untuk rehab besar dibuat gedung PAUD dan lantai paving,” bebernya.

Dua pengendali proyek DAK 2013, yakni Nurul Hamzah dan Moh. Iksan, mengaku sudah menindak lanjuti temuan tersebut, dan pihaknya sudah memanggil dua lembaga penerima dan konsultan dari proyek tersebut. Bahkan pihaknya sudah memmecat konsultan proyek pada program tersebut dan menyangsi dua lembaga itu dengan cara tidak memberikan program pada tahun 2014 hingga 2015.

“ Kami sudah panggil dua lembaga penerima DAK 2013 dan konsultannya, mereka semua sudah kami saksi dan konsultannya sudah kami pecat,” elak Nurul Hamzah, Badan Pemeriksa Keuangan Proyek (BPKP) dinas pendidikan Sumenep.

Namun begitu pihaknya mengakui jika proyek DAK 2013 di dua lembaga memang ada penyimpangan, salah satunya dibuat gedung PAUD, dan Paving halaman sekolah. Dua lembaga tersebut dinyatakan bersalah dan harus mengembalikan kelebihan uang tersebut.

“ Dua lembaga penerima DAK yang menyalahi juknis, sudah kami minta agar mengembalikan anggaran dari peroyek tersebut, Cuma nominalnya kita belum tahu karena ada pihak yang akan mengauditnya,” timpal Moh. Iksan, kabid Dikmin yang menjabat sebagai PPK dalam proyek tersebut. (Zai/Liq).

Tinggalkan Balasan