Audensi bersama Formak, KPK: Resiko Terjadinya Korupsi di Indonesia Masih Tinggi

oleh -238 views
Audensi dan sosialisasi Formak Indonesia bersama Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa, (28/6/2022).

BALIKPAPAN, Selasa (28/6/2022) suaraindonesia-news.com – DPP LSM Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Indonesia menggelar audensi dan sosialisasi bersama Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Platinum Balikpapan. Selasa (28/6/2022).

Dalam sosialisasi ini, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Wawan Wardiana memaparkan terkait dengan indikator terjadinya korupsi di Indonesia yang masih tinggi. Indek Persepsi Korupsi terhadap Indonesia masih mendapat skor 38.

Menurut Wawan, dari angka 38 itu, terdapat 9 indikator rentan terjadinya korupsi atau suap menyuap yang salah satunya adalah masalah perizinan, suap menyuap dalam ekspor dan impor. Kemudian yang dianggap paling rendah adalah demokrasi project.

“Oleh sebab itu, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini supaya tidak lagi di perizinan, ekspor dan impor tidak lagi ada suap menyuap dan lain-lain. KPK sendiri berkontribusi salah satunya memperbaiki sistem-sistem yang dulunya sebelum menggunakan elektronik kita dorong dengan elektronik, supaya tatap mukanya berkurang”, jelas Wawan Wardiana kepada wartawan usai melaksanakan sosialisasi bersama Formak Indonesia.

Wawan mengatakan, dari segi kepartaian misalnya tahun ini pihaknya sudah mencoba mengundang partai politik seperti Golkar, PDIP, Hanura dan Gerindra untuk mengingatkan terkait dengan masalah penilaian skor tersebut yang masih tinggi.

“Kita berharap teman-teman dari partai politik juga berkontribusi dalam mencegah terjadinya korupsi. Kita berharap banyak supaya mereka juga mencetak kaderisasi yang baik, agar mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang berintegritas. Ini yang KPK coba lakukan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat”, kata Wawan Wardiana.

“Partai politik itu yang menghasilkan pemimpin-pemimpin. Bahkan sekarang ada tingkat desa sampai tingkat Presiden, itu partai politik yang menentukan. Tidak bisa orang mau jadi kepala daerah kalau tidak lewat partai politik, itu tidak bisa,” lanjutnya.

Ketiga, menurut Wawan, partai politik juga menghasilkan produk-produk regulasi di DPR dan DPRD, seperti Perda (Peraturan Daerah), kemudian Undang Undang, itu mereka juga yang menentukan.

“Sehingga kita berharap banyak kepada partai politik supaya mencetak kader-kader partai yang baik agar menjadi pemimpin-pemimpin yang berintegritas”, tukasnya.

Giat ini dihadiri Ketua Umum Formak Indonesia, Jeriko Noldi, Ketua Formak Kaltim, Ketua Formak Balikpapan, Pengurus dan anggota Formak serta Ketua LAKI Balikpapan, Oki M Alfiansyah.

Reporter : Fauzi
Editor : Redaksi
Publisher : Romla

Tinggalkan Balasan