Minta Perwali di Keluarkan, ASB Demo Kantor Pemkot Bogor

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja & Transmigrasi Kota Bogor Drs. Anas S. Rasmana, MM sedang memberikan jawaban

Bogor, Suara Indonesia-News.Com – Ratusan buruh  yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh (ASB) Kota Bogor menggelar demonstrasi di depan Kantor Balai Kota setempat, Jl. Ir. H. Juanda No.10, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (13/11).

Dalam Aksi Damai tersebut terdapat sejumlah tuntutan yang diusung oleh Aliansi Serikat Kota Bogor, diantaranya mereka menuntut adanya penetapan upah minimum kelompok usaha (UMKU) di Kota Bogor.

Menurut Zulkipli, Ketua Aliansi  Serikat Buruh Kota Bogor, terdapat tiga kelompok usaha yang upah minimumnya diharapkan memiliki patokan tersendiri. Di antaranya, perusahaan modal asing (PMA), perusahaan retail perdagangan skala besar, dan perusahaan brand franchise internasional.

Mereka juga meminta, Pemkot Bogor mengeluarkan Perwali yang mewajibkan seluruh perusahaan formal dan informal agar mengikut sertakan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Selain itu,Pemkot juga diminta menindak tegas pengusaha yang melakukan penangguhan upah dan tidak membayar UMK sesuai dengan  aturannya.

Para buruh juga mendesak pemerintah mencabut PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang dianggap tidak berpihak kepada buruh. selain itu DPRD Kota Bogor dan Pemkot juga diminta membuat surat dukungan pencabutan PP tersebut.

Sementara Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Bogor, Drs. Anas S. Rasmana, MM mengatakan, bahwa draft berkas kenaikan UMK Kota Bogor sudah siap diajukan.

“Konsepnya sudah ada, tinggal tanda tangan,” kata. Anas S. Rasmana.

Anas juga mengatakan bahwa saat ini, UMK Kota Bogor sebesar Rp. 2.711.000, dan akan naik sekitar 11 persen menjadi Rp 3.1 juta .

“Jika nantinya perusahaan merasa tidak mampu untuk menyesuaikan kenaikan maka perusahaan juga bisa mengajukan banding,” ujarnya.

Ditambahkan Anas, bahwa dalam mediasi tersebut membuahkan dua poin  yakni, Upah sektoral akan menjadi pertimbangan dan UMK umum juga naik 11 persen, pungkasnya.(Iran G Hasibuan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here