Asal Untung! Pengadaan PMT Balita di Aceh Utara Kadaluarsa, Ada Kasus yang Sengaja Ditutupi?

oleh -129 views
Foto: Potret salah satu pegawai saat menaikkan makanan dari sejumlah kardus ke atas truk. (Ist/SI)

ACEH UTARA, Sabtu (26/11/2022) suaraindonesia-news.com – Aneh tapi nyata, sebuah kasus yang tak biasa terjadi di dunia kesehatan anak, Aceh Utara.

Di tengah-tengah maraknya kasus stunting, dan gagal ginjal akut terhadap balita secara mendadak akhir-akhir ini, ditambah lagi terpaan isu polio kembali terindikasi mewabah, justru paket magic (siluman/sihir) pengadaan ratusan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kadaluarsa itu lolos dari pantauan.

Di mana, paket pengadaan orang ternama disinyalir ada kaitan besar dengan daerah tersebut. Entah mungkin karena yang bersangkutan adalah figur yang sakral, sehingga paket pengadaan makanan tambahan dari Dirjen Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang mendekati tanggal kadaluarsa itu dibagikan ke ratusan anak usia dini tak jadi soal, tapi Mr X masih belum diketahui.

Kasus ini terjadi di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Resort Kota Lhokseumawe. Miris, penyaluran paket makanan tambahan yang direncanakan kepada dua kecamatan yaitu Muara Batu dan Sawang di kabupaten terkait masih tersembunyi dari publik.

Informasi yang dihimpun media ini sebelumnya, diketahui penyaluran ratusan paket makanan tambahan jenis roti yang diproduksikan oleh PT. Vodco Prosper Mega asal Semedang, Jawa Barat, dengan dengan nomor BPOM RI MD 862428001177, LPPOM 00050082760517 menerangkan tanggal kadaluarsa (Expired Date) 281120 5/ED 281122 atau akan kadaluarsa pada tanggal 28 November 2022 mendatang ini.

Penyaluran makanan tersebut terjadi pada Rabu, 16 November 2022 di 2 desa, Kecamatan Muara Batu, yakni Desa Panigah dan Pinto Makmur.

“Seseorang mengabarkan kepada saya, bahwa akan disalurkan makanan tambahan. Tapi kata mereka makanan tersebut sudah hampir kadaluarsa (Expired Date-red),” kata dr. Fauzia, kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Batu, Jumat (25/11/2022) kemarin.

Setelah mendapat pemberitahuan, ia menegaskan, bahwa dirinya langsung melaporkan kepada Kapolsek Muara Batu.

Foto: Dokumen narasumber wartawan, berisikan keterangan informasi label produksi barang jenis makanan tambahan dari Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI tahun 2020.

“Saya menghubungi bapak Kapolsek, meminta makanan itu untuk tidak disalurkan,” lanjutnya.

Di waktu yang terpisah, Kapolsek Muara Batu, Ipda Herman Syahputra pada Sabtu (26/11/2022), kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut.

“Atas laporan bu Kapus, kami melarang makanan itu untuk disalurkan hari itu juga,” ujar Kapolsek Herman, Minggu (27/11).

Ia menjelaskan, tidak ada informasi apapun ke Polsek sebelum terjadinya penyaluran PMT terkait. Hanya saja, ia mengetahui persoalan tersebut, setelah dilaporkan oleh kepala Puskesmas.

“Saya tidak berada di tempat hari itu, namun saya pastikan, bahwa paket tersebut tidak disalurkan lagi setelah kami melarangnya. Dan informasi yang kami hanya itu saja,” ucap Kapolsek Herman.

Anehnya lagi, kasus terjadi, namun informasi seolah dilindungi. Di mana, paket pengadaan yang terkesan tak bertuan tersebut dirahasiakan oleh para pihak dengan alasan yang tidak menerangkan apapun. Mulai dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, hingga aparat kepolisian sektor setempat mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Gak tau bilang gimana bg,” jawab singkat pesan dr. Fauzia via WhatsApp kepada wartawan yang hendak mengkonfirmasikan kembali, terkait kepemilikan paket makanan itu, Sabtu (26/11/2022), kemarin.

Namun, diantara keterangan-keterangan samar narasumber menyebut, paket tersebut merupakan kepemilikan Pokok Pokiran (Pokir) legislatif yang diduga adalah paket lobi.

“Paket pribadi dari Kementerian, biasalah mungkin orang yang mencari panggung untuk ke depan ini (Pemilu mendatang-red),” ungkap sumber yang meminta wartawan merahasiakan identitasnya.

Sebagian kecil, menurut penuturan Kepala Puskesmas Muara Batu, dr. Fauzia, paket makan tambahan berhasil disalurkan ke beberapa desa, namun sebagian makanan yang akan expired pada tanggal 28 November 2022 tersebut batal disalurkan atas permintaan Kapus terhadap Kapolsek setempat.

Akibat dari kelalaian pengadaan barang dan jasa, terlebih makanan untuk anak usia dini itu, disinyalir telah menyebabkan kerugian besar negara atas paket yang tidak dapat dimanfaatkan oleh para penerima manfaat.

Reporter : Efendi Noerdin
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam

Tinggalkan Balasan