APBK Belum Jelas, SKPK Di Abdya Terkatung-katung

Reporter : Nazli MD

Abdya-Aceh, Selasa (21/2/2017) suaraindonesia-news.com – Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Aceh Barat Daya (Abdya) terkatung-katung. Pasalnya, hingga memasuki tahun anggaran 2017, Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) belum jelas. Akibat, roda pemerintahan di Kabupaten tersebut melemah.

Dari informasi yang di himpun, Suaraindonesia-news.com dampak belum ada kejelasan tentang komposisi anggaran yang jumlah lebih kurang Rp954 miliar, meskipu pihak tim anggaran Pemerintah kabupaten (TAPK) Abdya dengan Tim Pemerintah Aceh telah dibahas sejak dua pekan yang lalu, namun hingga kini Raperbup yang diajukan Bupati juga belum ada kejelasan. Akibat polemik APBK itu, sejumlah SKPK dilaporkan mulai mengeluh karena kesulitan anggaran.

Seperti diberitakan sebelumnya APBK Abdya 2017 dengan komposisi anggaran Rp954 miliar gagal disahkan atau disepakati dengan qanun daerah antara bupati dengan DPRK. Penyebabnya, sidang paripurna DPRK yang digelar beberapa kali tidak dapat dilanjutkan karena ada aksi boikot yang dilancarkan 10 dari 24 anggota DPRK Abdya sehingga sidang paripurna tidak mencukupi kourum.

Sementara itu kasus Ranperbup tentang APBK Abdya 2017 yang belum disahkan telah berdampak luas terhadap jalannya pemerintahan kabupaten. Seperti halnya soal pembayaran honor ribuan tenaga kontrak daerah yang saat ini bekerja pada seluruh SKPK kian tak jelas.

Bukan hanya itu, status tenaga kontrak daerah sekitar 3.300 orang juga tidak ada kejelasan, apakah bisa diperpanjang atau tidak, meskipun mereka masih tetap bekerja seperti bisa hingga saat ini.

Selain itu pembayaran gaji untuk 24 anggota DPRK Abdya juga terlambat untuk beberapa bulan ke depan dan beberapa kegiatan di seluruh instansi yang sifatnya bukan fungsional juga tidak dapat dilaksanakan.

“Kondisi ini, tentu berbeda bila APBK disahkan atau disepakati dengan qanun daerah sebagaimana lazimnya selama ini,” kata sumber di kalangan TAPK Abdya.

Hingga berita ini diturunkan, Sekda Abdya, Thamrin belum bisa dikonfirmasi, meskipun sudah berulang kali dihubungi melalui saluran selulernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here