Antisipasi Titik Rawan Hama, Distanak Abdya Lakukan Pengawasan

oleh -9 views
Kadistanak Abdya,Maswadi,SP.M.Pd

Blangpidie-Abdya, Suara Indonesia-News.Com – Untuk Antisipasi hasil produksi petani musim MT I gadu Tahun 2015’yang diduga terjadi penyerangan oleh Hama ulat Putih Palsu dan Hawar daun bakteri serta hama tikus di lokasi titik persawahan warga petani di dalam kecamatan, Dinas pertanian dan pertenakan Aceh barat daya (abdya)salurkan pestisida,insektisida,fungisida, lewat kelompok petani. Jum’at 21/2015.

Kadistanak Abdya, Maswadi, SP.M.Pd, di dampingi  Kabid UPTL, Bangsawan, S.SP juga  Kasi OPT Ir,Mahadi,MA, saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, Pestisida, insektisida, fungisida disalurkan melalui kelompok tani berdasarkan permohonan dan rekomendasi dari PHP,’’terangnya.

Tambahnya,  penyaluran bantuan tersebut di berikan dasar permohonan dari kelompok tani dan apabila ada petani yang tidak masuk dalam katagori kelompok segera mejumpai petugas lapangan untuk melaporkan diri. Dan Insyaalllah akan di berikan Sesuai dengan intruksi bupati Ir.jufri,kepada dinas   pada saat rapat evaluasi persiapan panen raya,musin mt I gadu 2015,yang direncanakan langsung dihadiri oleh Dr.Ir,H. Andi Ambran Sulaiman ,MP Mentri pertanian/pertenakan RI. Katanya.

Lanjutnya selain dari pestisida, insektisida, Fungisida, kita juga berikan jenis obat seperti trisula, sidabas, mipcinta, fetrikum, lannate, penardok, felia dan dense. jenis ini banyak digunakan olehpetani kita di abdya, Dan penyaluran nya sedang berjalan berdasar kan amplikasi dari php dan ppl .

Sambungnya, Maswadi, Terkait dengan isu adanya serangan ulat putih dan hama dawar  bakteri yang melanda pada tanaman padi  warga yang sedang mengeluarkan malai bedasarkan laporan PHP dan PPL,’’Insyaallah sudah terealisasi dengan baik dan  lansung kita turunbersama para Petugas dan Babinsa kelokasi di titik-titik  rawan serangan dalam  kecamatan,’’katanya.

Terkait dengan penyaluran obat-obat kepada kelompok tani Kadistanak abdya mengimbau kepada pihak petugas lapangan  ‘’jangan asik Ngobrol’’ dan  hanya menerima laporan diwarung kopi dari masyarakat,akan tetapi harus serius untuk turun mengawal dan memberi pemahaman kepada petani pada saat penggunaan obat-obatan.Tegasnya Ketua HKTI Abdya. (N).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *