Antisipasi Puncak Penyebaran Covid-19 Bulan Juli 2020, Pemprov Jatim Siapkan Skema Mitigasi

oleh -128 views
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (4/4/2020).

SURABAYA, Sabtu (4/4/2020) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah menyiapkan berbagai skema mitigasi guna mengantisipasi puncak penyakit akibat virus Corona (COVID-19).

Penyebaran Covid-19 akan mengalami puncaknya pada Juli 2020. Badan Intelijen Negara (BIN) memprediksi, Untuk penyebaran Covid-19 akan mencapai 106.287 kasus.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Bahwa untuk mengantisipasi prediksi tersebut, Pihak Pemprov Jatim telah menyiapkan 75 rumah sakit rujukan untuk menampung pasien di 38 Kabupaten/Kota SeJawa Timur serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

“Jumlah RS Rujukan bertambah signifikan dari sebelumnya yang hanya sebanyak 44 RS Rujukan. Namun demikian saya berharap prediksi (BIN) itu tidak terjadi,” kata khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (4/4/2020).

Dengan bertambahnya jumlah rumah sakit rujukan tersebut, Khofifah mengungkapkan, Saat ini total ada sebanyak 2.351 bed isolasi yang siap menampung pasien covid-19. Bed isolasi tersebut terdiri dari 950 ruang observasi, 633 pengembangan ruang isolasi bertekanan negatif, 488 ruang isolasi tanpa tekanan negatif, 224 ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator, dan sebanyak 56 ruang isolasi negatif dengan ventilator.

“Kalau khusus bed isolasi saja, angkanya terus naik. Kalau dibandingkan tanggal 21 Maret lalu kita total ada 1.613 bed, kemudian tanggal 26 Maret bertambah lagi menjadi 1.875 bed, dan per 2 April total bed isolasi kita ada 2.351 bed. Kalau ditotal jumlah bed isolasi dan bed non isolasi RS rujukan kita saat ini mencapai 13.357 bed dan Insya Allah terus ditambah untuk maksimalisasi mitigasi covid-19,” jelasnya.

Selain skema penambahan rumah sakit rujukan, Ia menjelaskan, Pemprov Jatim juga menyiagakan ribuan tenaga medis. Kurang lebih dari 75 rumah sakit rujukan tersebut memiliki sebanyak 152 orang dokter paru, 346 dokter penyakit dalam, 209 dokter anestesi dan 1.275 orang dokter umum. Selain itu, Jawa Timur juga di dukung oleh relawan-relawan mahasiswa tenaga kesehatan saat ini mencapai sebanyak 1.862 orang.

“Kami juga merangkul berbagai organises profesi seperti IDI, PDGI, PPNI, IBI, IAI, IAKMI dan tenaga kesehatan lainnya untuk bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya pada pasien dengan Covid-19.Dengan demikian, kedepan terdapat 14.438 orang dokter yang potensial untuk turut serta terjun dalam gotong royong melawan pandemi ini,” jelasnya.

Sementara untuk tenaga perawat, Khofifah menambahkan, Jatim memiliki 33.377 orang perawat yang berpotensi untuk turut bisa di gandeng di Jatim dalam perawatan pasien dengan Covid-19.

“Skema mitigasi ini sebagai bagian dari upaya Pemprov Jatim memberi jaminan rasa aman kepada masyarakat. Saya tetap berharap badai Covid-19 ini bisa segera berakhir dan masyarakat kembali hidup aman dan tentram. Ikuti anjuran pemerintah, tetap tinggal di rumah dan keluar rumah hanya untuk kepentingan mendesak, olah raga yang cukup dan jaga jarak aman serta pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Reporter : Agus DC
Editor : Amin
Publiser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *