Antisipasi Perpecahan Antar Umat Beragama, Kapolres Probolinggo Kota Gelar Silaturahmi Lintas Agama

Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Hando Wibowo

Reporter : Mas Bro

Probolinggo, Rabu (1/2/2017) suaraindonesia-news.com – Dalam menyikapi isu yang berkembang di media sosial (Medsos) terkait situasional Kebangsaan NKRI pada saat ini, yang mana isu tersebut dirasakan bisa mengarah terjadinya perpecahan antar umat beragama, Kapolres Probolinggo Kota, Jawa Timur,  AKBP Hando Wibowo, dihalaman Mapolres setempat, menggelar acara silaturahim lintas agama bersama forkopimda setempat, Rabu (1/2/17).

Kapolres menyampaikan, kegiatan ini digelar untuk menyikapi fenomena yang berkembang saat ini, baik diranah Nasional maupun lokal secara bersama sama, agar informasi yang diterima masyarakat bisa berimbang, dengan maksud untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang klndusif, khususnya di Kota Probolinggo.

Menurut Kapolres, berbagai informasi terkait isu isu yang terjadi saat ini, baik lokal maupun Nasional di era sekarang ini mudah didapat melalui medsos yang belum tentu kebenarannya. Agar semua pihak tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas dan bisa menyesatkan, melalui acara ini mari bersama sama untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, agar tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan adanya informasi yang belum tentu benar itu, ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ustad Nizar selaku Ketua MUI Kota Probolinggo dalam menyampaikan, untuk mengantisipasi adanya gerakan intoleransi dari kelompok tertentu dan gesekan gesekan provokatif yang mengarah pada perpecahan berbangsa didalam NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, kami sudah berulang kali meminta kepada para tokoh agama yang ada, untuk melakukan silaturahmi lintas agama.

“Bila mana ada kelompok radikal yang mencoba merongrong NKRI agar dilakukan pendekatan dan pemahaman”, ucapnya.

Di Kota Probolinggo, kata Ust Nizar, permasalahan yang rawan kegaduhan sudah dipetakan, dan sudah terbangun dengan baik. Namun bila suatu saat timbul kegaduhan yang tidak segera direspon oleh Pemerintah akan menimbulkan permasalahan baru. Misal, adanya tempat tempat hiburan malam yang menyebabkan terjadinya kegaduhan, ini harus segera diselesaikan, ujarnya.

Menurut Ust Nizar, tempat hiburan malam yang sarat dengan miras adalah salah satu penyebab terjadinya tindak kejahatan/kriminalitas.

“Kami berharap pihak/lembaga terkait segera membuat rekomendasi kepada Walikota untuk menutup tempat hiburan malam yang bisa menyebabkan tindak kejahatan”, tandasnya.

Sedang Ust Makodi dari perwakilan Muhamadiyah Kota Probolinggo, mengatakan, untuk antisipasi adanya gerakan radikal dan provokasi yang mengarah kepada perpecahan antar umat ber agama, kita para tokoh umat ber agama wajib memberi pemahaman konsep 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat. Kalau ada kelompok tertentu atau radikal yang menyimpang dari 4 Pilar Kebangsaan, sudah sewajarnya kita memberikan pemahaman, bahwa 4 Pilar Kebangsaan didalam NKRI itu sudah final, ungkapnya.

Dia menekankan, “jati diri bangsa Indonesia adalah Pancasila, yang mana sila pertama dengan sila yang lain itu saling berkaitan. Namun sekarang ini, banyak masyarakat yang tidak mengerti inti dari sila yang pertama, yaitu Ke-Tuhanan YME”, tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here