Antisipasi Hepatitis Akut, Dinkes dan P2KB Sumenep Minta Warga Waspada dan Tak Panik

oleh -84 Dilihat
Foto: Kepala Dinkes dan P2KB Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono (doc istimewa)

SUMENEP, Jumat (20/05/2022) suaraindonesia-news.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan P2KB) Kabupaten Sumenep, mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit hepatitis akut misterius.

Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep Agus Mulyono mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyakit hepatitis akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak 15 April 2022 lalu.

“Meski di Kabupaten Sumenep kasus hepatitis akut tidak ada, namun antisipasi dan kewaspadaan harus tetap kita jaga serta siap siaga,” ujarnya. Jumat, 20 Mei 2022.

Menurut Agus, berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan, kisaran kasus tersebut terjadi pada anak berusia 1 bulan sampai 16 tahun.

Gejala klinis pada kasus hepatitis akut tersebut ditandai dengan peningkatan enzim hati, penyakit kuning akut, dan gejala nyeri abdomen, diare serta muntah-muntah.

“Penyebab penyakit ini juga, belum diketahui. Sementara di Indonesia sudah ada 3 orang korban meninggal dunia,” katanya.

Kendati demikian, Agus mengaku telah melakukan upaya antisipasi dengan berkoordinasi bersama seluruh kepala puskesmas, dan pihak rumah sakit yang ada di Sumenep.

“Kesiapsiagaan kita tingkatkan untuk mengantisipasi hal itu, mulai dari peningkatan pelayanan di puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit. Sosialisasi juga sudah lama kita lakukan,” sebutnya.

Terakhir, pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak panik menghadapi kasus hepatitis akut misterius tersebut.

“Mari kita cegah bersama-sama dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat. Baik bagi anak-anak, keluarga, desa dan seterusnya,” tukasnya.

Reporter : Sya
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan