Antisipasi Bencana Alam, TNI, Polri dan Pemkot Batu Lakukan Aksi Siaga Darurat Bencana

oleh -209 views
Sasmito kepala BPBD

KOTA BATU, Rabu (17/1/2018) suaraindonesia-news.com – Mengantisipasi terjadinya bencana Alam, TNI, Polri, Pemkot Batu dan sejumlah elemen masyarakat akan melakukan aksi siaga bencana.

Aksi darurat bencana yang dimaksud adalah darurat bencana banjir, Tanah longsor, Tanah ambles, angin Kencang dan angin putting beliung.
Rapat koordinasi rencana aksi siaga darurat bencana, Dibalai Kota Among Tani (BAT) kota Batu, Rabu (17/1/2018) siang yang melibatkan TNI, Polri, Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Batu dan sejumlah elemen masyarakat itu membahas kemungkinan –kemungkinan (Contingency) yang terjadi bencana alam pada musim hujan dan sekaligus penanggannya.

“Kami Polri bersama BPBD, TNI dan elemen masyarakat akan membuat suatu Contingency kemungkinan–kemungkinan bila terjadi Banjir, Tanah longsor tanah ambles, angin kencang dan buting Beliung dan langkah-langkah penangannya yang nantinya akan dipimpin langsung oleh kepala BPBD” kata Kapolres Batu AKBP Budi Bermanto.

Baca Juga: Waspada, Lima Titik Tepi Jalan di Kota Batu Rawan Longsor 

Rencana aksi siaga darurat bencana itu kata kapolres, selain melibatkan Polri, TNI, BPBD dan elemen Masyarakat juga melibatkan akademisi dari Univesitas.

“Setelah ada rencana kontidensi siaga darurat bencana, kita akan belakukan apel gelar bersama, TNI, Polri dan BPBD serta elemen masyarakat, dan selanjutnya untuk melakukan simulasi bagaimana penanganan bencana sehingga kita dapat bekerja secara baik,” jelasnya.

Setelah terbentuk aksi siaga darurat bencana, Diharapkan tidak ada ego sektoral lagi, tugas BPBD nya ini, tugas ini dan itu, semuanya harus terlibat, hal ini dimaksudkan demi kemanusiaan.

Sementara itu Sasmito Kepala BPBD kota Batu yang memprakarsai rencana aksi siaga darurat bencana, akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penanggulangan bencana.

“kegiatan dalam status siaga darurat bencana ini, kami akan melakukan kajian cepat untuk menganalisis kebutuhan darurat dan akan melakukan kontinjensi. Aktivasi rencana kontijensi menjadi rencana operasional keadaan darurat,” jelas Sasmito.

Kemudian, kata dia akan melakukan sosialisasi terhadap ancaman bencana dan upaya persiapan evakuasi penduduk yang terancam bencana dan penyiapan jalur evakuasi dan rambu evakuasi serta pengadaan peralatan peringatan dini.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan