Angka Kehadiran Pemilih Tetap Jember Hanya Berkisar 60 – 75 Persen

oleh -27 Dilihat

Jember, Suara Indonesia-News.Com – Pilpres tahun 2014 yang di laksanakan pada tgl 9 Juli lalu di beberapa Desa di Kabupaten Jember sangat memprihatinkan, sebab di lihat dari segi kehadiran pemilih tetap hanya berkisar 60% – 75% yang menyalurkan hak pilihnya, hal ini di ungkapkan Ketua KPPS di beberapa Desa, hal ini tentu butuh perhatian yang sangat serius dari KPUD Jember, sebab pilpres adalah penentu masa depan negeri ini.
Apakah Kpud Jember sudah melakukan sosialisasi sebab mengingat tingkat kehadiran yang di anggap masih tidak memenuhi standart kehadiran, inilah yang menimbulkan tanda tanya besar beberapa kutua KPPS di beberapa desa yang sempat di konfirmasi. berdasarkan data yang masuk sementara yang telah kami terima tingkat kehadiran sekitar 60% di sisi lain Kpps wilayah desa lain sekitar 75%. Papar salah satu Ketua KPPS.
Dengan tingkat kehadiran yang hanya menembus angka yang tidak seberapa hanya kisaran 60% sampai 75%, adala angka yang tidak standart kehadiran pemilih tetap, kenapa KPUD Jember sendiri tidak bisa menarget kan sekitar 80% – 85% ???.
Sementara menurut Hanafi salah satu Anggota KPUD Jember mengatakan, kita melakukan sampling tingkat kehadiran sekitar 63% – 74% jadi tidak jauh beda, kita melihat bahwa angka tersebut lebih kecil di bandingkan Pilpres lima tahun yang lalu yang hampir 75%. Ujar nya.
Entah angka tersebut apakah angka tingkat kehadiran atau angka tingkat golput nya.?? Dalam suatu pemilihan apapun KPU pusat sampai KPUD Provinsi dan KPUD Kabupaten/Kota, mempunyai suatu peranan penting dalam meminimalkan angka golput.
Kalau hanya mengandalkan sosialisasi hanya dengan salah satu media cetak dan elektronik tanpa adanya sosialisasi ke tingkat masyarakat Desa/Kelurahan sampai ketingkat Rt dan Rw sosialisasi tersebut tidak akan berimbang itu sudah dapat di pastikan,
Sebab sambung Hanafi, dalam tingkat kehadiran dari Pilpres aja tidak mencapai 80%, padahal pemilu adalah hajatan rakyat Indonesia bukan hajatan Pemerintah, hal ini lah yang seharus nya dapat di perhatikan oleh KPU pusat maupun Kpud tingkat daerah.
Dan juga dari hal pengawasan juga sangat penting sebab kadang pula suatu pemilihan umum apapun jenis nya sangat rawan sekali dengan konflik sebab negeri ini baru belajar berdemokrasi dan juga masih mudah terprovokasi oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. ( Jkt )

Tinggalkan Balasan