Anggota DPRD Kota Bogor, Sayangkan Maraknya Kejadian Tauran di Kota Bogor

oleh
Anggota DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono S.Hut, MM.

BOGOR, Minggu (26/01/2020) suaraindonesia-news.com – Anggota DPRD Kota Bogor menyayangkan maraknya tauran antar sekolah di Kota Bogor. Baru minggu yang lalu terjadi tauran antar sekolah yang mengakibatkan salah satu siswa kehilangan tangannya, Sabtu (25/01), tawuran antar pelajar kembali mewarnai kota hujan Bogor. Seorang siswa SMK swasta, DA (17) tewas, setelah terkena tusukan di punggung diduga menggunakan clurit.

Menurutnya, tawuran anak sekolah itu sudah jadi agenda rutin, dari dulu tawuran sudah ada, kalau sudah ada sejak dulu sebenarnya bisa di antisipasi dan dicegah.

Konon mereka yang suka tawuran itu bukan karena kekendaknya, tetapi banyak yang di gerakkan oleh seniornya, tinggal di telusuri saja data data telepon seluler siswa-siswa yang ketangkap saat tawuran, siapa provokatornya, atau siapa yang menjadi penggeraknya, mereka mereka yang punya peran menggerakkan tawuran ini harus dikejar dan juga di proses hukum, demikian disampaikan anggota DPRD Kota Bogor Heri Cahyono kepada suaraindonesia-news.com melalui telpon seluler, Minggu (26/01).

Ditambahkan Heri, selain memeriksa data telepon seluler siswa yang ketangkap saat tawuran, peran pencegahan dapat dilakukan dengan pengawasan CCTV.

“Saya lihat dibeberapa titik strategis di kota bogor sudah terpasang CCTV, jumlah nya bisa saja diperbanyak juga di perluas lokasi yang rawan tawuran, atau di setiap sudut sekolah se-kota bogor, lewat CCTV bisa dipantau pergerakan para siswa yang berpotensi mengarah pada tawuran,” ungkapnya.

Heri menambahkan, selain memantau pergerakan siswa juga dapat dilihat potensi siswa membawa senjata senjata tajam.

“Ketika ada siswa tercium membawa sajam harus segera ditangkap dan ketika tercium ada pergerakan siswa mengarah pada tawuran harus segera di cegah, kota bogor cukup kecil untuk melihat dan memantau pergerakan anak anak sekolah, seharusnya bisa dicegah, pertanyaannya adalah apakah CCTV yang ada saat ini betul-betul di pelototi oleh petugas secara shif 24 jam, jika benar dipantau 24 jam maka kita tidak mungkin bisa kebobolan terjadi tawuran, apalagi sampai terjadi korban jiwa,” tuturnya.

Heri menegaskan bahwa tempat pemantau CCTV harus di sebuah ruangan khusus yang khusus buat memantau situasi kota bogor.

“Ditempatkan petugas secara shif selama 24 jam, para aparat penegak hukum juga harus tegas tanpa pandang bulu menindak secara hukum bagi siapapun yang melanggar ketertiban umum dan melakukan pelanggaran hukum di wilayah kota bogor, sikap tegas tanpa pandang bulu sangat diperlukan guna menjaga kepastian hukum agar tidak terulangnya kejadian serupa, mari kita selamatkan anak anak kita, semoga kedepan tidak terulang lagi,” terangnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *