Anggota DPR Aceh Abon Yunus Minta Pemerintah Aceh Turun Tangan, Atasi Keluhan Nelayan Kuala Idi Cut

oleh -52 views
Tgk Muhammad Yunus (baju batik biru) saat acara haul Tgk Muhammad Dewi di Dayah BTM Idi Cut

ACEH TIMUR, Rabu (01/03/2023)
suaraindonesia-news.com – Anggota DPR Aceh Fraksi PA, Tgk Muhammad Yunus yang akrab di sapa Abon Yunus meminta Gubernur Aceh turun tangan untuk membantu keluhan nelayan di Aceh Timur.

Pasalnya, para nelayan setempat itu mengeluh terkait dengan keberadaan Muara Kuala Idi Cut yang dangkal sehingga tidak bisa dilewati kapal atau boat.

Menurut Abon Yunus dirinya sudah beberapa kali menyampaikan kepada Pemerintah Aceh dalam sidang paripurna DPRA terkait dengan persoalan yang membelit para nelayan tersebut.

“Dalam sidang paripurna DPRA kerap kali kita sampaikan kepada Pemerintah Aceh bahkan sudah kita serahkan proposal terkait persoalan kuala Idi Cut yang sudah dangkal,” ujar Abon Yunus kepada media ini Rabu (01/03) di sela-sela Haul Tgk Muhammad Dewi, salah satu ulama Mujahid Pimpinan Dayah BTM Idi Cut.

Namun kata Abon Yunus, pada waktu itu hasil telaah pihak Pemerintah Aceh yang disampaikan dalam rapat paripurna persoalan Kuala Idi Cut adalah sepenuhnya kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur

“Pada tahun 2021, saya bersama kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Dr. Ilyas turun ke lapangan turut didampingi oleh panglima laot Idi Cut, untuk meninjau lokasi kuala Idi cut,” Kata Abon Yunus

Ia menjelaskan, setelah melakukan survey, pihak DKP Aceh menyampaikan dengan bahasa yang sama yaitu persoalan Kuala Idi Cut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,

“Waktu itu juga mereka menyarankan kepada saya untuk berkordinasi dengan Bupati Aceh Timur yang pada waktu itu masih dijabat oleh Hasballah M Thaib. Namun kebetulan waktu itu saya belum sempat bertemu dengan beliau,akan tetapi saya sempat menjumpai langsung dengan Pak Fadil Plt DKP Kabupaten Aceh Timur, ikut membahas mengenai persolan kedangkalan Kuala Idi Cut,” katanya, lebih lanjut.

Ia menjelaskan, pada waktu itu tidak ada titik temu, baik tentang masalah pelimpahan kewenangan mengenai Kuala Idi Cut, sehingga seluruh pihak diminta kembali bersabar menunggu Pj Bupati Aceh Timur.

“Setelah dilantik Pj Bupati Mahyuddin, beberapa hari kemudian, saya langsung bertemu dengan beliau di rumah dinas sekda dan hasil dari pertemuan tersebut beliau mengiyakan dan berjanji akan memproses kewenangan ini Kuala Idi cut dari Kabupaten untuk dapat dikelola oleh propinsi Aceh,” jelas Abon Yunus yang putra asli Idi Cut.

Selanjutnya, kata dia, menuturkan karena persoalan kedangkalan Kuala Idi Cut hingga hari ini belum ada proses kelanjutannya dari Pj Bupati Aceh Timur.

“Maka persoalan Kuala Idi Cut masih sepenuhnya menjadi Kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,” tuturnya.

Oleh sebab itu anggota DPRA Dapil Aceh Timur sangat mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk dapat memproses pelimpahan kewenangan Kuala Idi Cut dari Kabupaten Aceh Timur ke Provinsi Aceh.

“Karena kita tahu Pemerintah Aceh Timur tidak cukup anggaran atau minimnya APBK Aceh Timur, jika tidak dapat diurus kenapa harus dipertahankan,” tegasnya.

Terakhir ia juga meminta kepada pemerintah Aceh untuk membantu masalah dangkalnya Kuala Idi Cut yang dikeluhkan oleh nelayan.

“Segera dilakukan melalui bankiu atau (bantuan khusus) karena ini sudah-sudah sangat darurat, karena persoalan ini sudah menyangkut dengan masyarakat banyak dan juga berdampak kepada perekonomian masyarakat,” tutup Abon Yunus.

Diberitakan sebelumnya, puluhan nelayan asal Idi Cut mengeluh kerena muara kuala sudah dangkal sehingga menyebabkan boat nelayan kandas saat melintasi muara sungai.

Panglima Laot Idi Cut, Herman, menyampaikan dalam beberapa hari terakhir nelayan terpaksa harus membantu menarik boat nelayan yang tersangkut di mulut kuala.

“Karena kandas, puluhan boat tersangkut, sehingga harus di tarik oleh boat nelayan lain,” kata Herman

“Nelayan sudah lama mengeluh, karena saat kembali melaut mereka tidak bisa masuk ke TPI harus menunggu berjam jam pasang air laut,” ujar Herman, menambahkan.

Reporter : Masri
Editor: Wakid Maulana
Publisher; Nurul Anam

Tinggalkan Balasan