Berita UtamaHukumKriminalRegional

Anggota Dewan Prihatin, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat Tajam di Aceh Timur

Avatar of admin
×

Anggota Dewan Prihatin, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat Tajam di Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
IMG 20211222 190859
Foto : M.Yahya Ys Anggota Komisi D DPRK Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Rabu (22/12/2021) suaraindonesia-news.com – Anggota DPRK Aceh Timur M. Yahya Ys mengaku sangat terkejut dan prihatin setelah mendapatkan informasi dan data terkait tinggi nya angka tindak pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2021, pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat hingga mencapai 200 persen dari tahun 2020.

Hal itu diungkapkan M. Yahya Ys kepada media ini Rabu (22/12) menyikapi tinggi nya angka tindak pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Aceh Timur.

“Saya sangat terkejut dan prihatin setelah mendapatkan informasi dan data dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aceh Timur, bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat tajam di bandingkan tahun 2020,” terangnya.

Anggota komisi D yang membidangi perlindungan perempuan dan anak itu menyebutkan, tahun 2020 angka kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 29 kasus, sementara tahun 2021, mencapai 73 kasus, dengan rincian kekerasan seksual terhadap perempuan sebanyak 4 kasus, KDRT dan hak asuh 37 kasus, Kemudian kekerasan seksual terhadap anak sebanyak 23 kasus, KDRT, hak asuh dan kekerasan fisik sebanyak 9 kasus.

“Terjadinya peningkatan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, ini menjadi sebuah warning atau lampu merah bagi semua pihak,” ujar Yahya Boh Kaye.

Ia berharap semua pihak, baik Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, Dewan, Muspika, Pemerintah Desa dan keluarga harus memberikan perhatian serius terhadap perlindungan perempuan dan anak.

“Jika perempuan dan anak tidak nyaman lagi tinggal dalam keluarga, lingkungan, ini akan menjadi keresahan bagi perempuan dan anak, apalagi pelakunya rata-rata adalah orang terdekat dengan korban,” tutup Yahya Boh Kaye.

Sementara Sekdis PPA Aceh Timur, Resmiwati, SH, MH saat di konfirmasi Media ini diruang kerja nya membenarkan terjadinya peningkatan yang signifikan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur pada tahun 2021.

“Iya benar, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur tahun 2021 meningkat tajam di bandingkan tahun 2020,” beber Resmiwati.

“Rata-rata pelaku tindak kekerasan seksual orang terdekat korban,” sebutnya lagi.

Ini sangat miris dan memilukan, terjadinya peningkatan kasus kekerasan seksual di Aceh Timur.

“Untuk mencegahnya, butuh kesadaran dan keseriusan semua pihak, terutama dalam memberikan edukasi terhadap keluarga masing-masing,” tutupnya.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful