Anggaran PLUT 2016 di Stop Pemerintah Pusat

Kota  Batu, Suara Indonesia-News.Com – Harapan  Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di berbagai daerah di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia  pada tahun 2016  untuk mendapatkan bantuan pemerintah pusat  yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN)  terancam dihentikan alias distop

Yossi Hendrawan, Humas PLUT  Disperindag kota Batu , saat ditemui Rabu (18/11/2015) mengatakan  penghentian kucuran dana ini dikhawatirkan akan melumpuhkan aktifitas lembaga yang menjadi inkubator wirausaha di Kota Batu ini.

Alasannya, karena  seluruh pelatihan plus akomodasi untuk melatih calon-calon wirausaha semuanya menggunakan dana dari pemerintah pusat, yang dialokasikan untuk kota Batu per tahunnya sebesar Rp 500 juta.

“Ada kekhawatiran dari kami  penghentian anggaran ini akan melumpuhkan seluruh aktifitas pelatihan, jika pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran melalui APBD Kota” kata dia

Penghentian anggaran oleh pusat itu kata dia,  tentu saja sangat memberikan pengaruh yang besar kepada PLUT,  terlebih kalau PLUT tidak mendapatkan suport anggaran dari APBD Kota Batu,

Sejak berdiri tiga tahun yang lalu, PLUT Kota Batu memang bergantung pada anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 500 juta. Anggaran tersebut dipergunakan untuk operasional kantor, pelatihan, honor tenaga ahli dan staf administrasi.

Tahun 2015 ini saja tercatat 38 pelatihan diselenggarakan menggunakan dana APBN dan 10 pelatihan diselenggarakan dengan menggunakan dana APBD Kota Batu.  Terkait rencana penghentian tersebut, PLUT melalui Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu akan mengajukan anggaran ke DPRD Kota Batu.

“Kita mengajukan anggaran sebesar Rp 500 juta, berharap agar ajuan kita ini bisa diakomodir dalam APBD Kota Batu tahun 2016 mendatang, karena tanpa anggaran operasional PLUT akan macet,” ujar Yossi.

 Harapan yang sama dikemukakan oleh Mashudi, Konsultan UMKM PLUT Kota Batu. Selama ini keberadaan PLUT sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota Batu. “Sejak PLUT ada, selain bermunculan wirausaha baru, banyak UMKM naik kelas,” jelas Mashudi.

Dari sejumlah wirausaha yang dilatih, 5 persen diantaranya sudah naik kelas. Bahkan ada pengusaha yang gulung tikar, akhirnya bisa bangkit lagi karena pendampingan PLUT. Masalah di UMKM cukup komplek, selain karena masalah pemasaran, banyak hal lain yang sering kali membuat pelaku UMKM membutuhkan pendampingan. (adi Wiyono).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here