Amankan Aset Tanah Milik Pemkab, Disperkimhub Sumenep Lakukan Digitasi Berbasis Geographic Information System

oleh -11 views
Foto: Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Jl. dr. Cipto.

SUMENEP, Rabu (5/6) suaraindonesia-news.com – Sebagai salah satu langkah mengamankan aset tanah milik Pemkab Sumenep dalam beberapa tahun terakhir. Disperkimhub Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menyelesaikan legalitas aset tanah dalam bentuk sertifikat hak pakai terhadap aset-aset tanah milik pemkab setempat yang belum memiliki sertifikat.

Salah satu langkah yang dilakukan Disperkimhub Sumenep dengan melakukan digitasi atau pemetaan berbasis Geographic Information System (GIS) terhadap letak atau lokasi aset-aset tanah milik Pemkab Sumenep.

Kepala Disperkimhub Sumenep, Yayak Nurwahyudi, melalui Kabid Pertanahan, Hery Kushendrawan menyampaikan, bahwa setiap tahunnya pengamanan aset tanah milik Pemkab Sumenep menjadi prioritas.

Seperti halnya di tahun 2024 ini, Pemkab Sumenep telah melakukan digitasi atau pemetaan letak atau lokasi aset-aset tanah yang tercatat dalam KIB A.

KIB A adalah salah satu kelompok utama aset dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) yang mencatat tanah.

“Tahun 2024 ini, Pemkab Sumenep terus melanjutkan pelaksanaan digitasi atau pemetaan aset tanah yang tercatat di dalam KIB A pada masing-masing OPD,” kata Hery dalam keterangannya belum lama ini, Rabu (5/6).

Dia mengatakan, bahwa digitasi atau pemetaan aset tanah milik Pemkab Sumenep dilakukan secara bertahap. Mengingat jumlah aset tanah milik pemkab ini cukup banyak dan tersebar se Kabupaten Sumenep.

Dia mengungkapkan, bahwa di tahun ini akan ada 5 kecamatan yang menjadi target digitasi atau pemetaan. Di antaranya Kecamatan Saronggi, Bluto, Lenteng, Manding dan Talango.

Baca Juga: Banyak Keluhan Pengendara, Disperkimhub Sumenep Bebaskan Biaya Parkir di 44 Titik Lokasi

“Proses digitasi atau pemetaan aset tanah ini diawali dengan sinkronisasi dan koordinasi data aset tanah dengan OPD selaku pengguna barang aset tanah di 5 wilayah kecamatan yang menjadi target,” ujar Hery.

Selanjutnya, data aset tanah yang telah tersinkronisasi dan tervalidasi dilakukan survey lapangan untuk mengambil titik koordinat dari masing-masing aset tanah.

“Titik koordinat yang diambil ini kemudian diinputkan ke dalam peta berbasis GIS,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, sinergitas antara OPD di lingkungan Pemkab Sumenep menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan digitasi tersebut.

Baca Juga: Sebut Pengentasan Kemiskinan Jadi Prioritas Pemkab Sumenep, BEMSU Tegas Akan Kawal Terus

“Sejauh ini proses digitasi sesuai harapan dan sampai saat ini hampir 4 kecamatan telah dilakukan digitasi,” kata Hery.

Di mana, sambung Hery, lancarnya pelaksanaan digitasi atau pemetaan ini tidak lepas dari dukungan OPD selaku pengguna barang aset tanah.

“Alhamdulillah, selama ini sinergitas antara OPD dengan Disperkimhub berjalan dengan baik,” jelas dia.

Pihaknya berharap, target digitasi atau pemetaan aset tanah milik Pemkab Sumenep di 5 wilayah kecamatan dapat tercapai. Sehingga, pada akhirnya Pemkab Sumenep memiliki peta digital lokasi aset tanah secara komprehensif.

Reporter: Ari
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan