Amad Lembeng Bantah Keroyok Yunan Nasution

oleh -275 views
Muhammad alias Amad Lembeng, Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi PA, saat memberikan klarifikasi kepada sejumlah awak media.

ACEH TIMUR, Senin (06/07/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam konferensi pers yang digelar Anggota DPRK Aceh Timur, Muhammad alias Amad Lembeng diruang Komisi C Lt 2 Gedung DPRK Pusat Pemerintah Aceh Timur terkait klarifikasi Amad Lembeng perihal adanya pemberitaan dirinya melakukan pengeroyokan terhahadap Aktivis Yunus Nasution yang terjadi di Desa Alue Kumba, Kecamatan Ranto Selamat, Kabupaten Aceh Timur. Minggu (05/07).

Amad Lembeng membantah keras bahwa dirinya tidak melakukan pengroyokan terhadap aktivis Yunan Nasution.

“Tidak benar saya melakuan pengroyokan, yang benar kami berkelahi secara one by one (satu lawan satu), kejadian itu pun secara spontan tanpa sengaja dan direncanakan,” jelasnya dihadapan sejumlah awak media.

“Berkelahi itu kan biasa sesama anak muda, tapi jangan sedikit-sedikit lapor sama ibu, lapor sama ayah, itu sangat cengeng kayak anak-anak,” cetus Amad Lembeng.

Sebelum nya diberitakan di salah media during. Yunan Nasution mengaku dikeroyok oleh anggota DPRK Aceh Timur Muhammad alias Amad Lembeng di Desa Alue Kumba saat bersama-sama mengantarkan bantuan untuk korban puting beliung. Minggu (05/07).

Menurut Yunan Nasution, saat itu ia sedang mengantarkan bantuan untuk korban angin puting beliung bersama anggota DPRA Muhammad Yunus (Banta), ia mengendarai mobil Pick Up.

“Sesampainya di posko tersebut, saya parkir didekat mobil beliau (Amat Luembeng) dan saat itu saya melihat Amat Leumbeng berada di posko tersebut, duduk di atas kereta,” kata Yunan.

Lanjut Yunan Nasution, setelah dirinya turun dari mobil, ia menuju ke belakang mobil untuk mengambil air minum, dan tiba-tiba ia dipukul dari belakang oleh Amad Lembeng, dan ia langsung refleks memegang leher bajunya, dan sempat memukulnya juga, namun tiba- tiba seseorang dari belakang mencekik lehernya, ia menduga itu temannya Amad luembeng.

“Kebetulan ada pihak Babinsa dan Babinkamtibmas di posko tersebut, mereka langsung melerainya,” ucap Yunan.

Beberapa saat kemudian, rekan-rekan Amat Leumbeng yang lain datang kelokasi dengan membawa massa, sempat terjadi cekcok mulut dan bahkan sampai lepas-lepas baju, namun tidak terjadi baku hantam lagi.

“Saya heran mereka berteriak sembari mengatakan saya menghina GAM, padahal saya tidak pernah merasa menghina GAM, jadi saya berharap kepada masyarakat Aceh Timur untuk tidak mudah terprovokasi dengan hal yang belum diketahui kebenarannya, karna akan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain,” tutup Yunan.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *