All Care Medical Tawari Calon Perawat Kerja di Saudi Arabia

Chief Executive Officer All Care Medical Group Saudi Arabia, Sutan Al Mansour, saat memberikan paparan dihadapan mahasiswa.

LUMAJANG, Sabtu (14/9/2019) suaraindonesia-news.com – Ada 55 jenis posisi perawat di semua rumah sakit Saudi Arabia. Hal ini disampaikan Chief Executive Officer All Care Medical Group Saudi Arabia, Sutan Al Mansour, saat memberikan sosialisasi rekruitment tenaga kesehatan, di aula Universitas Jember (Unej) Kampus Lumajang, Sabtu (14/09) pagi.

Pada tahun 2019 ini, perusahaan All Care Medical Group Saudi Arabia, membutuhkan sekitar 800 tenaga kesehatan, sebagai perawat di rumah sakitnya.

“Perawat dapat berpenghasilan lebih dari pendapatan dokter, bahkan bisa mencapai Rp. 45 juta per bulan,” katanya dihadapan sejumlah mahasiswa.

Tugas perawat itu sangat penting. Maka dari itu, kata Sultan, jadilah perawat Indonesia itu seperti layaknya burung, jangan menjadi ayam, punya sayap tidak bisa terbang.

“Di Saudi, rekruitmen perawat yang banyak dari negara Philipina. Pada pengalaman kerja 2-5 tahun mereka akan pensiun, dan menikmati kehidupan mereka,” bebernya.

Dengan kerja di Saudi, kata Sultan insyaallah, dapat memperbaiki banyak hal dari kehidupan.

Ada 2 permasalahan bagi perawat yang akan bekerja ke luar negeri, utamanya yaitu bahasa inggris. Padahal menurut Sultan, untuk keahlian perawat dari Indonesia itu sangat bagus.

“Bahasa Inggris itu sangat utama di Saudi Arabia, pada pekerjaan terkecil pun harus pakai bahasa Inggris, seperti penjaga kamar kecil di hotel pun sama, harus pandai berbahasa Inggris,” ujarnya lagi.

Perawat yang bisa di terima namun belum memiliki pengalaman, kata Sultan bisa digaji mulai Rp. 7 jutaan, dan itu sangat rendah. Yang menengah saja bisa mencapai mulai Rp. 12 juta.

“Kalau bekerja di rumah sakit pemerintah Saudi adalah Rp. 26 jutaan,” paparnya.

Pernah pihak All Care Medical Group, kata Sultan sempat wawancarai 48 perawat asal Indonesia. Ternyata mereka sangat tertarik dengan pekerjaan yang ditawarkan. Dan cuma 1 orang yang diterima, karena menurut Sultan, dia fasih berbahasa Inggris.

“Masalah kedua adalah promatrik test. Semacam Asosiasi Uji Kompentensi, seperti perawat. dokter, insinyur, dan sebagainya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Riset (Keris) Densus, Universitas Jember Kampus Lumajang, DR H Suhari, A Per Pen, MM, yang didampingi oleh tiga dosen bagian kemahasiswaan Achlish Abdillah,M.Kes, dosen Airista M.Kep dan Anggia,M.Kep bersama Organisasi Persatuan Perawat Indonesia Kab Lumajang, ingin punya tempat traning center bagi tenaga kesehatan yang akan bekerja di luar negeri.

“Kami berkeinginan membuka pusat pelatihan tenaga kerja kesehatan yang akan bekerja ke luar negeri,” katanya.

Program sosialisasi seperti ini, menurut Hari sangat bagus, demi anggota PPNI dan anak didiknya, lebih baik lagi.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here