Alergi Kritik Perihal Mobdin Pinjaman, Mantan Anggota DPRD Bangkalan Pertanyakan Kelayakan Jabatan Kadisbudpar

Ilustrasi Mobil Dinas pejabat pemerintah. (Anam/SI).

BANGKALAN, Sabtu (12/10/2019) suaraindonesia-news.com – Sebelumnya diketahui menanggapi temuan BPI KPNPA RI Bangkalan perihal dugaan penyalah gunaan Mobil Dinas (Mobdin) Perijinan Bangkalan oleh Ahmad Faisol mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang saat ini menjabat Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dengan alasan pinjam pakai disikapi mantan anggota Komisi D DPRD setempat.

“Sudah salah, masih saja angkuh, mau alasan apapun, pinjam pakai atau apapun itu tetap salah, secara moral dan regulasi tetap salah, pejabat itu tatkala dimutasi tidak lagi menduduki jabatan yang diembannya, ya harus letakkan semua fasilitas yang ada, termasuk mobil dinasnya, begitu di tempat jabatan barunya itu sudah disiapkan mobil dinasnya,” paparnya pada media Sabtu (12/10) sore.

Dirinya juga menyesalkan sikap yang tidak layak ditunjukan karena baginya possi jabatan kepala dinas merupakan cerminan Kabupaten Bangkalan yang notabeni dikenal dengan Kota dzikir dan shalawat.

“Dia siapa?, baru menjabat setingkat kadis saja sudah arogannya selangit, angkuh dan sombongnya melebihi pejabat negara sekelas menteri, tidak ber-etika mungkin beliau lupa kalau dirinya seorang abdi negara,” keluhnya.

Tidak cukup disitu bahkan dirinyapun mempertanyakan kelayakan Faisol dalam mengemban posisi kepala dinas dikala menilai arogansi yang ditunjukan Faisol saat menjabat kepala dinas dalam menghadapi persoalan.

“Jadi alasan apapun tetap salah itu menurut saya. Seperti beliau (Fasol / Kadis Budpar, Red) itu mungkin belum pernah atau tidak pernah mengikuti bimteg atau pendidikan prajabatan sehingga arogan dan sombong seperti beliau, coba saja kita koreksi, apa prestasi beliau ketika menjabat di dinas perijinan?,” tambahnya.

Selain itu Mantan Anggota Komisi D DPRD Bangkalan itu saat mengetahui sikap Faisol membuatnya mengajak serta mempertanyakan pada prestasi yang sudah diberikan pada Kabupaten Bangkalan.

“Juga kita krosscheck yang sekarang menjabat kadis budpar apa prestasinya?, Mestinya pejabat itu tidak seperti itu, ini perlu juga kita sampaikan pada pemerintah Bangkalan untuk melakukan pembinaan atau konseling bagi para pejabat yang sombong dan arogan seperti beliau, agar kedepan para pejabat tidak ada lagi yang arogan dan sombong seperti dia,” harapnya.

Bahkan dirinyapun merasa prihatin masyarakat akan memberikan penilaian negative sehingga menghancurkan pondasi kepercayaan yang selama ini dibangun dengan susah payah oleh segenap pejabat Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

“Coba kalau sampai adik-adik wartawan dan para aktifis bergerak serta mengorek kinerjanya, apa mungkin ia masih arogan dan sombong, misalkan terkait pekerjaan proyek pembagunan ruko di sekitar lapangan kerapan sapi, jangan-jangan kelak akan jadi temuan BPK, karena pekerjaannya sepertinya kurang beres, Komisi D juga sampai sidak, ada apa ???, Saran saya, jadi pejabat itu tidak usah sombong dan arogan, karena kita dengar juga dia meninggalkan bau amis di Dinas Perijinan perihal ijin Indomaret dan Alfamart, gitu saja udah sombong padahal minus prestasi, itu saja terima kasih,” tutup aktiv di Lembaga Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) itu bernada geram.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here