Alasan Plt Bupati Cuti, Kadishub Berangkatkan Sendiri Bus Gratis

oleh -193 views
Kepala Dishun Kabupaten Lumajang, Sugeng Priyono

LUMAJANG, Selasa (12/6/2018) suaraindonesia-news.com – Angkutan Mudik Lebaran 2018 kali ini diberangkatkan dari kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang. Padahal di tahun sebelumnya pemberangkatan dilakukan dari Pendopo Kabupaten Lumajang oleh Bupati Lumajang.

“Kalau tahun ini diberangkatkan dari kantor Dishub Kabupaten Lumajang dan dilepas olej Kadishub sendiri,” kata Kepala Dishun Kabupaten Lumajang, Sugeng Priyono kepada sejumlah media yang hadir saat pelepasan 2 unit bus angkutan mudik lebaran 2018, pagi tadi.

Hal ini dilakukan oleh pihak Dishub Kabupaten Lumajang, karena mengingat kesubukan dari Plt Bupati Lumajang, dr Buntaran Supriyanto MKes. “Masak acara pelepasan kecil seperti ini harus mengganggu jadwal beliau yang sedang cuti lebaran. Biarkan kami saja yang melaksanakannya,” jelas Sugeng.

Mudik lebaran ini untuk kenyamanan masyarakat, Dishub Kabupaten Lumajang telah menyiapakan angkutan mudik lebaran. Ada 2 bus menuju Surabaya dengan jumlah 70 penumpang.

“Pada arus balik juga telah disiapkan pada tanggal 23 Juni sama menuju Surabaya, dan penumpang sudah penuh. Namun yang tujuan ke Malang masih isi 20 orang,” imbuhnya.

Kedepan akan dievaluasi terkait denga animo masyarakat apakah masih tinggi apa tidak terkait dengan penyediaan armada bus untuk arus mudik dan balik.

Dikatakan Sugeng, persiapan angkutan lebaran 2018 ini sesuai instruksi Kementrian Perhubungan RI.

Pada instruksi itu, ada titik point yang harus dilakukan oleh Kadishub seluruh Indonesia, seperti Dishub harus berkoordinasi dengan instansi samping, yaitu Satlantas, Satpol PP, Balai Besar Jalan, Polisi Militer dan instansi terkait lainnya.

“Hal itu untuk meminimalisir potensi laka lantas di wilayah “black spot” Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Baca Juga: Negara Tujuan Investasi Dunia, Salah Satunya Lumajang dengan Potensi Wisatanya 

Selanjutnya kata Sugeng, instruksi Kemenhub RI dalam angkutan umum lebaran tidak ada kenaikan tarif. Juga terkait dengan kinerja kendaraan harus dengan fisik laik jalan.

“Antisipasi kemacetan di Kota Lumajang juga diharapkan oleh Dishub. Juga terkait dengan antisipasi terhadap inflasi. Sebab kali ini ditekankan oleh Kemenhub RI, ketika diberlakukan angkutan barang h-7 dan h+7 tidak boleh jalan itu, ada dampaknya bagi perekonomian masyarakat,” paparnya.

Sesuai instruksi Kemenhub RI, pada tanggal 12 -14 Juni sebelum lebaran dan tanggal 22-24 Juni setelah lebaran, angkutan barang tidak boleh melintas dijalan. Dan pada tanggal 15-21 Juni itulah angkutan barang diperbolehkan jalan.

“Karena itu akan membantu perekonomian masyarakat, seperti pengiriman sembako, BBM, BBG, paket pos, selain tanggal yang telah ditentukan itu terkena sanksi atas aturan,” lanjut Sugeng.

Penempatan pos-pos juga sudah disiapkan bersama instansi terkait. Begitu juga dengan rest area telah dipersiapan, seperti di bekas jembatan timbang dan beberapa SPBU.

Selain itu, fasilitas angkutan gratis lainnya akan diberikan Dishub Kabupaten Lumajang dari stasiun Klakah menuju terminal MPU kota Lumajang, yang dimulai tanggal 11-14 Juni.

“Karena banyak penumpang yang tidak terangkut dari 2 kereta api pada jam malam yang berhenti di stasiun Klakah, dan pada arus balik disiapkan kembali angkuta dari terminal MPU kota Lumajang menuju stasiun Klakah pada tanggal 18-19 Juni setelah lebaran,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publiser : Imam

Tinggalkan Balasan