Aktifis LSM Fakta Angkat Bicara, Saksi PT Parasawita Mengaku Tidak Tahu

oleh -44 views

Aceh Timur – www.suaraindonesia-news.com- Setelah diputuskan PT. PPP menang oleh Mahkamah Agung, pada tahun 2011, di Jakarta. Terkait sengketa lahan antara PT. Padang Palma Permai (PPP) dengan PT Parasawita, baru-baru ini PT. Parasawita kembali menggugat pekerkebunan PPP di Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur. ” Ungkap Rabono Wiranata Aktifis LSM Fakta kepada Suara Indonesia-News.Com. Sabtu (14/2).

Sengketa lahan antara PT. PPP dengan PT. Parasawita telah berakhir dengan keputusan peninjauan kembali No. 463-K/PDT/2009 melalui Mahkamah Agung. dan telah di eksekusi pada tanggal 5 Juni 2011 lalu oleh Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur. pada lahan seluas 1. 239 Hektar.

Pada peninjauan kembali tersebut, sengketa lahan itu dimenangkan oleh PT PPP dan sah lahan milik PT PPP, namun anehnya pihak PT Parasawita tidak puas dengan peninjauan kembali melalui MA yang merupakan lembaga hukum tertinggi di NKRI.”Ujarnya.

Beberapa hari sebelum ini Sidang. Perkara perdata sengketa antara PT Parasawita dengan PT PPP sudah beberpa kalinya diadakan di Pengadilan Negeri Idi, Kabupaten Aceh Timur dari jam 14.10 s.d pukul 15.00 WIB.

PT Parasawita selaku penggugat yang sudah dipanggilkan oleh pihak hakim dalam persidangan yang sudah berlangsung tiga kalinya turut menghadirkan para saksi – saksi.

” Dalam pengamatan kami dari aktifis LSM Fakta, sebut Rabono, sambil menjelaskan pada saat sidang tersebut, kedua orang saksi dimana sidang pertama dan kedua. PT. Parasawita tidak dapat menghadirkan saksi sesuai laporan menurut Lowyer parasawita terkait para saksi belum siap.

Saksi PT Parasawita yang hadir yaitu muhammad rival dari warga alur kaul, Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur, selaku karyawan PT. Parasawita sejak tahun 1997 s.d tahun 2000. sebagai tukang tanam kelapa sawit.

“Dalam sidang selaku saksi menjawab saya tidak tau masalah batas antara PT. Padang Palma Permai dengan Parasawita, sebutnya karena saya bekerja berdasarkan perintah atasan yang ditugaskan kepadanya, bahkan dia mengakuinya pada saat menanam kelapa sawit di lokasi lahan P3 diketahuinya sudah berdiri tanaman kelapa sawit di dalamnya”

Salah seorang tukang teres sebagai saksi yang dipanggilkan saat digelar sidang, Suparmin berasal warga Alur sentang, Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Yang sudah bekerja dari tahun 1993 s.d tahun 2000, pada sebuah perkebunan Parasawita.

” Menurut saksi menyebutkan bahwa dirinya juga tidak tahu pasti yang mana batas antara ke dua perusahaan, karena saya bekerja atas perintah pimpinan, memang pada waktu itu dia pernah mendapatkan teguran sewaktu bekerja di lokasi kebun langsung di datangi pihak PT.P-3 memberi teguran dengan alasan adalah lahan milik mereka ”
Setelah sidang yg dipimpin oleh majelis hakim Nani Suryani SH, akan digelar kembali sidang lanjutan pada tanggal 18 Februari 2015 mendatang, hal dimaksud sesuai agenda yang akan dihadirkan para saksi tergugat yaitu pihak Perkebunan Padang Palma Permai (P-3).

Kesimpulanya memang benar bahwa para saksi yang dihadirkan untuk parasawita, kenyataanya ketika hakim mempertanyakan kedua saksi sama tersebut kebingungan terlihat mereka tidak mampu menjawab secara nyata tentang tapal batas kedua perusahaan. ” demikian Ucap Rabono.(Rusdi Hanafiah)
Ketua Aktifis LSM Fakta Aceh Timur, Rabono Wiranata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *