Aksi Sweeping Bikin Resah, Masyarakat Berharap Keamanan

Reporter: Anam

Bangkalan, suaraindonesia-news.com – Aksi sweeping yang dilakukan oleh suporter Bonek jelang laga Madura United melawan Arema Cronus di Stadion Gelora Bangkalan, Madura (06/05/2016) menuai beberapa kecaman dari sejumlah pihak salah satu diantaranya Acik Kusuma selaku sekjend pengurus Askab PSSI Kabupaten Bangkalan.

“Memang benar adanya kejadian itu. Setelah saya konfirmasi terhadap istri teman sy yg pulang dr wisata religi wali lima jatim. Sesampai d suramadu sebagian suporter menyerang bus yg berplat M dengan melemparkan batu yg mengenai kepala salah satu rombongan peziarah. Dan haruz djahit 15jahitan,” kata Acik Jumat (06/05/2016).

Bahkan ia juga sangat menyayangkan tindakan anarkia yang dilakukan oleh Bonek terhadap dua mobil berplat N. Dan bahkan juga mengancam keselamatan seaeorang.

“Saya turut berduka cita atas matinya akal sehat suporter yg tidak berprikemanusian. siapapun suporternya, apapun club nya, dan dimanapun kota nya. Kita satu bangsa dan satu tanah air. Eman eman jaga energi kita tenaga kita buat musuh penjajah bangsa. Insaallah hebat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Acik yang juga aktivis pergerakan masyarakat kec Labeng Bangkalan ini mengatakan balas dendam tidak baik.

“Aksi balas dendam ataupun perbuatan anarkis tidaklah dibenarkan. Justru seterusnya akan terjadi kekerasan yang sifatnya pembalasan. Saya rasa ini sudah tidak musim lagi. Karna olahraga adalah sejatinya pemuda yang seharusnya mengharumkan nama bangsa bukan justru dihiasi dengan anarkisme yg membabi buta. Ayooo kita sadar diri smua satu bangsa satu tanah air saling menyayangi,” tegas Acik

Menurutnya, Keamanan harap reaktif. dengan kejadian tersebut agar tidak terulang kejadian kejadian yang tidak diinginkan. yang merugikan masyarakat umum karna merasa was was jika bepergian.

Dalam waktu bersamaa salah satu pengguna jalan yang menuju Madura mengatakan dirinya waswas dengan yg sudah dialami tadi malam. dirinya mengaku sangat trauma jika mengingat kejadia yang telah dialami.

“Contoh tadi malam saya sendiri jam 00 lewat Suramadu mobil di gedor-gedor kemudian memerintahkan buka kaca dan lampu dinyalahkan,”

Menurutnya, ia hanya berkendara sendirian, sehingga sangat takut dengan kejadia tersebut. Karena yang dicari tidak ditemukan, maka orang-orang tersebut meminta rokok.

“Karena saya tidak merokok mereka minta uang,” imbuhnya.

Ia berharapa, sebaiknya para bonek tidak dibiarkan untuk melakukan hal-hal yang membuat ricuh, apalagi menghentikan mobil para pengguna jalan, karen menurutnya mereka tidak punya dasar hukum untuk melakukan sweeping.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here