AKM Pertama Dilaksanakan, 34 Siswa PKBM-BTM Ikut Bersama PKBM Lain

oleh -109 views
Saat pelaksanaan AKM

KOTA BOGOR, Kamis (23/09/2021) suaraindonesia-news.com – Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) baru pertama kali dilakukan setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan ujian nasional.

Sekitar 34 siswa PKBM-Bintang Tunas Mulia (BTM) Tanah Sareal Kota Bogor, mengikuti AKM di SMPN 5 Kota Bogor bersama PKBM lain.

“AKM akan terjadi sedikit kendala bagi siswa PKBM akibat pandemi Covid-19. Salah satunya kebijakan PSBB, PPKM hingga pembatasan yang ketat seperti ganjil genap,” kata Kepala PKBM Bintang Tunas Mulia (BTM) Rusmana pada wartawan Rabu (22/09/2021) petang.

Rusmana menjelaskan, pada 2021 Kemendikbut memberlakukan Asesmen Kompetensi Minimum dan Asesmen Nasional. Teknis pelaksanaan AKM dan Asesmen Nasional dilakukan secara terstruktur dan sistematis langsung oleh tim dapodik pusat dan Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rusmana menuturkan, peserta belajar pendidikan kesetaraan peserta AKM dan Asesmen Nasional, menggunakan teknik random sampling (sampel secara acak, red) pada setiap tingkatan pendidikan.

Asesmen kali ini dilakukan ditengah pandemi Covid-19. Artinya dalam kondisi tidak normal. Rusmana khawatir akan ada batu sandungan mengingat para siswa yang mengikuti proses belajar terganggu termasuk siswa lain di sekolah reguler.

Karena ini bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, siap tidak siap harus diterima. Rusmana menyebut asesmen kali merupakan bentuk upaya pemerintah secara tidak lansung ingin mengukur kualitas PKBM yang ada. Bukan tidak mungkin akan menjadi penilaian kedepan.

“Kita tidak khawatir karena para pendidik di PKBM- BTM sudah terbiasa melakukan itu dan keseharian mereka memiliki niat dan tekad untuk mengabdi pada dunia pendidikan,” tegas Rusmana.

Seperti diberitakan sebelumnya pelaksanaan ujian program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi siswa yang tergabung dalam proses belajar mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi kendala.

“ANBK merupakan program baru bagi PKBM. Ditengah pandemi Covid-19 program tersebut kurang tepat dilaksanakan. Mengingat keterbatasan belajar mengajar dan peralatan yang dimiliki PKBM,” kata Rusmana.

Rusmana menambahkan, selama pandemi Covid-19 proses belajar mengajar dilakukan daring dirumah. Sementara para siswa masih banyak terkendala seperti tidak punya Hand Phone (HP) Android, atau sinyal kurang baik untuk mengikuti belajar di rumah lewat daring.

“Ujian program ANBK bagi siswa PKBM tergolong baru dan siswa PKBM telah terdata dengan baik, maka mau tak mau ANBK harus diikuti, meski berat,” ungkapnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *