Akibat Pelaksanaan Proyek Toll, Jalan PU Rusak Parah, PT Waskita Diduga Tak Tanggung Jawab

Reporter : Sutarman

MAGETAN, Rabu (5/4/2017) suaraindonesia-news.com – Sepanjang jalan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) di dua lokasi Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Karangrejo Magetan, Jawa Timur, rusak parah akibat adanya proyek jalan tool Solo-Mojokerto.

Kerusakan jalan tersebut berdampak sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang rata – rata anak Pondok Pesantren Al Fatah Temboro dan anak Sekolah SMP/SMA di wilayah sekitar.

Rusaknya jalan ini, warga masyarakat sekitar mulai merasa resah melihat dump truk yang berlalu lalang melintas dengan kecepatan tinggi, apalagi ada oknum sopir yang ugal ugalan (kebut-kebutan, red).

Atas peristiwa tersebut, hampir saja dua Desa, Desa Pelem dan Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, mengadakan aksi penghadangan. Beruntung salah satu warga ada yang tau, dan tidak terjadi blokade di jalan, karena sejak awal sudah ada kesepakatan di Kantor Desa Pelem antara Kades, BPD, Koramil dan Polsek yang intinya pihak dari PT Waskita Karya sanggup memberi kompensasi pada warga.

Kesepatakan tersebut yaitu sepanjang jalan yang di lalui dump truk, setiap harinya PT Waskita Karya sepakat menyiram jalan yang berdebu dua kali pagi/sore dan akan memperbaiki jalan yang rusak.

Hal ini sama yang terjadi Di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo kabupaten Magetan, hal ini di sampaikan oleh aktivs LSM Desa setempat kepada suaraindonesia-news.com, Selasa (4/4/2017).

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Magetan, Ir Hergunadi mengatakan untuk perbaikan jalan di Kecamatan Karangrejo yang rusak, sebenarnya sudah di anggarkan tahun/bulan ini.

Namun, ia tunda tidak berani mengerjakan, pasalnya, masih ada proyek jalan toll di tempat itu.

“Pengerjaanya menunggu kerjaan proyek jalan toll rampung, baru kita mulai kerjakan dan Kabupaten pasti memperbaiki jalan-jalan yang rusak,” katanya.

“Percuma PU Kabupaten kerjakan! lha proyek Jalan toll belum selesai, seumpama proyek kita kerjakan selesai, paling proyek gak genap umur satu tahun udah brodoll, saya bisa di panggil Polisi,” imbuhnya.

Apalagi kata Hergunadi, dump truk yang lewati jalan itu ribuan perhari nya.

“Ini benar benar merusak jalan Kabupaten,” tuturnya.

Ditambahkan, untuk masalah ini, jalan di Kecamatan Karangrejo, belum ada MoUnya antara PU Magetan dengan PT Waskita Karya, seperti yang di Kecamatan Kartoharjo sudah ada. Di Kecamatan Kartoharo pun, menurutnya, Surat MoU nya sampai detik ini masih bulet terkatung-katung kayak tidak jelas, misalnya surat MoU nya oleh PT Waskita Karya di lempar lagi ke Badan Pengelola Jalan Toll (BPJT) Kementrian PU di Jakarta.

“Untuk itu kita nyusul di Jakarta (BPJT) hari ini Selasa (4/4/2017), untuk membuat komitment bertemu dengan PT Waskita Karya dan mau minta tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) paska toll,” terangnya.

Sementara Agus, dari PT Waskita Karya untuk wiliyah di Kec Karangrejo, saat di hubungi melalui telpon genggamnya, seakan ragu untuk menjelaskan terkait tuntutan warga terutama terkait kompensasi dirinya belum bisa menjawab, sedang untuk masalah abu/bledug yang mengganggu warga, kompensasinya sepanjang jalan sudah di laksanakan yaitu dengan disiram dua kali setiap harinya.

“Untuk penyiraman jalan, kontrak pelaksanaanya di minta oleh LSM Senja Galindra Wisanggeni yang per bulanya senilai Rp 7,5 juta, namun Senja Galindra Wisanggeni tak bertanggung jawab hanya dua kali penyiraman, sekarang tidak komunikasi lagi kabur tidak karuan rimbanya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here