Akibat Anomali Cuaca, Produksi Garam Menurun Hingga 50 Persen

oleh -22 Dilihat

Sumenep, suaraindonesia-news.com – Produksi garam di tahun 2013 ini terjadi pengurangan produksi garam, karena anomali cuaca yang terjadi tahun ini. Sebab, selain juga dipengaruhi curah hujan yang hanya kurang 10 ml, musim kering terjadi hanya 8 dekade. Sedangkan, bagusnya biasanya terjadi 16 hingga 18 dekade kering.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Produksi PT. Garam (Persero) Kalianget, M. Zainal Alim kepada suaraindonesia-news.com, di Kantornya Kamis (05/12).

Menurutnya, akibat anomali cuaca yang terjadi tahun ini, tentu berpengaruh pada produksi garam, khususnya di Madura, sehingga produksi garam tahun 2013 ini menurun hampir 50 persen dari tahun 2011 dan 2012 lalu.

“Saat ini hasil produksi garam kami hanya sekitar 200.000 ton, padahal pada tahun 2012 lalu mencapai 340.000 ton,”ungkapnya. Dan biasanya, musim kemarau terjadi antara bulan Mei hingga Nopember dan bulan Juni biasanya ada yang pungut garam, tapi tahun ini baru bulan Agustus panen hingga akhir Oktober, dan bulan Nopember sudah hujan lagi, sehingga tegas Zainal, ketika terjadi iklim kemarau basah atau kemarau tidak tuntas akan mempengaruhi produksi garam.

Dan kalau cuaca bagus, PT. Garam bisa produksi sekitar 400.000 ton, dan saat ini hanya sekitar 200.000 ton. Ditanya mengenai kualitas, Zainal mengaku produksi garam dengan anomali cuaca yang kurang, tidak sampai mempengaruhi kualitas, namun hanya berpenagruh terhadap kuantitasnya saja.

“Dan rata-rata kualitas yang dihasilkan 90 persen kelas premium, dan K1, sedangkan 10 persen sisanya kelas 2 dan kelas 3,”tambahnya.

Reporter : Ren/Am

Tinggalkan Balasan