PeristiwaRegional

Akibat Abrasi Sungai Ie Mirah, Rumah Penduduk Dan TPU Terancam Amblas

Avatar of admin
×

Akibat Abrasi Sungai Ie Mirah, Rumah Penduduk Dan TPU Terancam Amblas

Sebarkan artikel ini
IMG 20210715 190656
Akibat terjadinya pengikisan tanah tebing sungai beberapa rumah penduduk dan ratusan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dikawasan Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terancam amblas.

ABDYA, Kamis (15/7/2021) suaraindonesia-news.com – Akibat abrasi sungai di Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), beberapa rumah penduduk dan ratusan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dikawsan Desa tersebut terancam amblas.

Namun demikian, pasang surut air sungai yang terjadi berdampak terhadap tebing sungai, dan Abrasi tak bisa dielakkan dikarnakan luapan air tidak mampu membendung sehingga sedikit demi sedikit terjadi pengikisan tanah sepanjang bantaran sungai.

“Kondisi dibantaran sungai Ie Mirah sudah sangat memperihatinkan akibat abrasi, jika ini terus dibiarkan maka akan terancam beberapa rumah warga serta tempat pemakaman umum disekitar itu,” kata Kepala Desa Ie Mirah, Suherman Usda saat menunjukan lokasi abrasi, Kamis (15/7/2021).

Selanjutnya, Suherman juga menuturkan bahwa Abrasi yang terjadi dibantaran sungai diperkirakan mencapai 200 meter panjangnya dan seiring berjalannya waktu terus mengalami pengikisan, ditakutkan merambah kerumah penduduk yang berada disekitar bantaran tersebut.

“Saya melihat tebing ini yang memang tingkat abrasinya tinggi apabila diterjang arus deras, dan ini harus secepatnya ditanggani. Jika tidak, rumah penduduk bisa amblas,” ucapnya.

Diakui Suherman, tidak hanya terjadi pengikisan tanah tebing, namun saat luapan air terjadi, beberapa rumah penduduk yang bermukim disepanjang daerah aliran sungai mengalami banjir hingga 1 Meter lebih, akibatnya perabotan rumah dan aksesoris lainnya banyak yang rusak.

“Tak terelakan saat derasnya air mengalir, selain abrasi tebing sungai, air juga memasuki beberapa rumah warga disekitar, kejadian hal seperti itu sudah berangsur cukup lama saat musim hujan tiba,”ungkap Suherman.

Menurutnya, pihaknya selaku pejabat Desa Ie Mirah, sudah membuat laporan secara proposal dan lisan kepada dinas terkait perihal abrasi yang mengancam rumah warga dan ratusan makam di TPU, namun hingga saat ini belum ada tanda tanda perbaikannya, bahkan secara tanggap darurat.

“Sudah kita sampaikan persoalan ini kepada pihak BPBK Abdya, namun belum ditanggapi, dalam hal ini kita meminta keseriusan pihak pemkab Abdya melalui dinas dalam penanggulan bencana, dan segera membangun tebing penahan secara utuh,” pungkasnya.

Reporter : Nazli
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful