Adriana Lintas Healing Centre, Tinjau SD Beratap Terpal Beralas Tanah Di Bogor

oleh -111 views
Saat membagikan buku anak-anak

Reporter: T2g

Bogor, Sabtu (18/2/2017) suaraindonesia-news.com – Quic Response (reaksi cepat) Lintas Healing Centre adalah salah satu program Peduli anak Indonesia dari PT Lintas Mitra Sejahtera yang bergerak dalam bidang Training Human Character Building dan Lintas Healing Centre dibuat atas prakarsa serta kepedulian untuk melindungi anak anak Indonesia dari kekerasan dan bencana serta  sosialisasi parenting  dan pemberdayaan di daerah tertinggal di seluruh pelosok Indonesia, pernyataan tersebut di sampaikan Adriana.

“Program ini hingga saat ini masih terus berlangsung, salah satu dari implementasi programnya adalah pada hari sabtu 18 Februari 2017, dengan mengunjungi  Sekolah yang dikenal  SD Terpal Biru, begitulah sebutan dan julukan untuk Kelas Jauh SDN Sirna Asih, yang berlokasi di Kampung Cisarua RT 01/07 Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Ruang kelasnya beratap terpal dan berlantai tanah,” terang Andriana.

Adriana menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari observasi desa terpencil dalam kepeduliannya sebagai pemerhati anak.

Dalam perjalannya menuju Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg  yang berdiri dan terkenal dengan sebutan  SD Terpal atau SD Tenda Biru untuk infrastruktur jalan sungguh sangat menantang, selain perbukitan yang menanjak dan turunan yang terjal dan licin membuat Adriana bersama Tim cukup  tertantang untuk bisa melalui rintangan jalan yang mana Tim Lintas Healing Centre ini disarankan oleh Tim Binaan dari Dinsos Kabupaten Bogor, Bapak Haris untuk memakai kendaraan roda dua.

“SD ini resmi berdiri pada 2013, sejak itu hingga saat ini, kondisinya tak berubah. Ada 98 siswa di sekolah ini. Sebagian besar merupakan anak-anak Cisarua. Mereka diajar 4 guru, 1 pria dan 3 wanita,” tutur Adriana.

Menurut Andriana, siswa SD Sirna Asih / SD terpal tenda biru merasa sedih karena terharu bahagia karena selama ini mereka belajar dengan kondisi yang meprihatinkan jika musim hujan datang, air selalu menggenangi sekolah ini yang menyebabkan ruangan kelas menjadi becek penuh kubangan air  dan lumpur.

Sementara itu apabila musim kemarau datang, maka di atas permukaan tanah di ruang kelas tersebut menjadi retak-retak, dan situasi panas dan pengap karena atap dari terpal.

“Sambil menunggu dibangunya SDN yang akan berdiri diatas lahan hibah warga  dari dana Pemerintah Kabupaten Bogor, anak anak dikontrakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kang Haji Jero Ade,” jelas Andriana.

Sementara kelas sementara untuk kelas Jauh SDN Sirna Asih, yang mana awala sekolah memiliki tiga ‘ruang kelas’. Satu beratap terpal, sisanya di aula, yang dulu merupakan pesantren dan rumah milik warga. Tiga lokasi ini berdekatan yang berada di pinggir sawah Namun anak anak di SD Sirna Asih (terpal /Tenda Biru) .

Setelah Tim Lintas Healing Centre melakukan program edukasi parenting dengan tema 10 hak anak Indonesia. Dimana sosialisasi 10 hak anak Indonesia ini juga di dukung Oleh Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas Perlindunagn Anak.

Sementara anak anak sangat antusias melantunkan tema lagu 10 hak anak Indonesia, serta kebutuhan pribadi anak anak yang masih membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari para sahabat anak.

“Yang mendesak yang mereka butuhkan saat ini seperti buku bacaaan, alat peraga untuk belajar di kelas, alat tulis, sepatu, seragam dan peta lndonesia serta dunia,” tukas Adriana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *