Acheh Future Kembali Antarkan Santri Kurang Mampu Ke Dayah Paya Pasi

oleh
Ketua Aceh Future Razali Yusuf menjemput Santri Keluarga Kurang Mampu Antarkan kembali ke Daya Paya Pasi.

ACEH TIMUR, Senin (30/12/2019) suaraindonesia-news.com – Lembaga Acheh Future bantu jemput Mulyadi (21) santri kurang mampu di rumah orang tuanya dan mengantarkan kembali ke Dayah Bustanul Huda Paya Pasi Julok, Aceh Timur, s Senin (30/12), yang di sambut Abi Ishak dan tgk Afdhal yang merupakan guru senior di Dayah tersebut.

Mulyadi merupakan santri Bustanul Huda telah mondok kurang lebih 5 tahun, namun 3 (tiga) bulan terakhir terpaksa tidak bisa balik ke Dayah karena tidak memiliki kitab dan kebutuhan lain nya, karena orang tuanya tidak sanggup membiayai nya lagi kerena faktor ekonomi keluarga tidak mampu dan Ayah nya Zainal Abidin saat ini sakit-sakitan.

Mulyadi merupakan anak ke 3 dari 7 bersaudara pasangan Zainal Abidin (64) dengan Raliah (47) warga Desa Matang Seuleumak, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, sejak tamat sekolah SD di antar ke Dayah Paya Pasi di samping ke inginan nya untuk bisa belajar mengaji sampai mampu dan berhasrat suatu saat bisa membangun dayah juga cita-cita orang tua nya agar dirinya bisa belajar di dayah.

“Sudah tiga bulan saya tidak balik ke dayah, sebab tidak punya uang untuk beli kitab dan kebutuhan sehari-hari, sebab ayah saya tidak bisa bekerja karena kondisinya sakit-sakitan dan terbaring di rumah, sedang kan ibu tidak bekerja,” kata Mulyadi.

“Bahkan saya sempat bekerja menjadi ABK (Anak Boat Kapal) hanya untuk bisa membeli kitab, tapi tidak mendapatkan hasil,” ibuh nya.

Padahal menurut Mulyadi, ia ingi sekali dan selalu ingat ke dayah bisa belajar mengaji seperti biasa, tapi dirinya ia tahan karena kedaan orang tua nya tidak punya uang dan dalam kondisinya sakit.

“Alhamdulillah hari ini saya telah di antarkan kembali oleh pak Razali ketua Acheh Future, saya sangat senang dan berterima kasih atas kepedulian nya tetmasuk kepada hamba Allah yang telah menyumbangkan kitab, sehingga saya bisa kembali ke dayah,” tuturnya dengan senang.

Ketua Acheh Future Razali Yusuf mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari salah seorang masyarakat bahwa ada anak atau santri sudah beberapa bulan tidak kembali ke dayah karena tidak ada kitab.

“Mendapatkan informasi tersebut, saya langsung menemui nya di rumah orang tua nya,” ujarnya.

“Karena layak kita bantu dan keluarga nya merupakan keluarga miskin, maka hari ini kita antarkan kembali ke dayah, agar bisa melanjutkan pendidikan di dayah,” kata Razali yang akrab di sapa Cekli itu.

Ia juga menyerahkan sepuluh (10) paket kitab jenis Tafsir jalalin, Mahalli, dan kitab lain nya serta satu set pakaian lengkap dan biaya untuk kebutuhan satu bulan ke depan.

Sementara Tgk Afdhal salah satu guru Dayah Baitul Huda Paya Pasi mengatakan atas nama Dayah Paya Pasi sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang telah di lakukan oleh Lembaga Acheh Future dengan Program Peduli Santri, dan ini menurutnya bagian daripada membangun agama.

“Kami sangat berterima kasih kepada Cekli yang telah mengantarkan Mulyadi kembali ke dayah, dan bisa berkumpul dengan santri lain nya melanjutkan pengajian yang sempat tertunda beberapa bulan, dan ini bukan yang pertama kali di lakukan Acheh Future,” kata Tgk Afdhal.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *