Komandan Korem 012 Teuku Umar Meulaboh Kolonel Arhanut Ruruh A Setia Wibawa Melakukan kunjungan kerja ke Aceh Barat Daya

oleh
Kiri, Wakil Ketua II DPRK Abdya Jismi, Sekda, Drs. Ramli Bahar, Wakil Ketua I DPRK Romi Syahputra. Tengah : Danrem 012 Teuku Umar Kolonel Arhanut Ruruh A Setia Wibawa, Bupati Ir. Jufri Hasanuddin, Dandim 0110, Letkol Inf Suhartono, Kapolres, AKBP Budi Samekto SIK, Kajari Blangpidie Umar Z, SH.MH diwakili Kasi Intel Rahmat Ridha, SH serta para Ulama. saat hening selawat badar di pendopo. Kamis (19/32015).(N)

Suara Indonesia-News.Com, Blangpidie-Aceh Barat Daya – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Ir. Jufri Hasanuddin, MM sambut kedatangan Komandan Korem 012 Teuku Umar Meulaboh Kolonel Arhanut Ruruh A Setia Wibawa yang melakukan kunjungan kerja ke Aceh Barat Daya, Kedatangan danrem disambut bersama Dandim 0110 Letkol Inf Suhartono, Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Budi Samekto SIK, pimpinan dan anggota DPRK serta Muspida di pendopo. Kamis 19 Maret 2015.

Bupati Jufri Hasanuddin dalam sambutannya mengatakan, “kunjungan Danrem ke Aceh Barat Daya direncanakan dua pekan sebelumnya. Namun, terpaksa ditunda karena kunjungan Presiden Joko Widodo ke Aceh. Kepada Danrem Ruruh, Bupati Jufri memaparkan kondisi Aceh Barat Daya sejak dimekarkan dari kabupaten induk Aceh Selatan pada 2002. Selama itu pula, kata Jufri Hasanuddin, Aceh Barat Daya telah dipimpin oleh lima penjabat dan bupati definitif”.

“Aceh Barat Daya relative lebih kecil dibandingkan dengan kabupaten tetangga yang ada            di Pantai Barat Selatan. Namun meskipun kecil, semangatnya luar biasa di segala sektor tidak terkecuali ekonomi dan politik,” ujar Bupati Jufri.

Dulu, tambah Jufri Hasanuddin, Blangpidie yang merupakan Ibu Kota Aceh Barat Daya, merupakan sentral dagang di Pantai Barat Selatan. Seiring perjalanan waktu, julukan ‘kota dagang’ mulai memudar akibat kondisi perpolitikan di Aceh Barat Daya.

“Kami menyadari dan tidak mau larut akan hal tersebut. Kami mencoba bangkit menata kembali Blangpidie sebagai kota dagang. Alhamdulillah selama tiga tahun kami menjabat, geliat perekonomian di Kabupaten Aceh Barat Daya mulai terlihat,” ujar Bupati Jufri.

Sementra itu sepatah kata dari Danrem 012 Teuku Umar Kolonel Ruruh, mengatakan “umumnya Aceh, khususnya Aceh Barat Daya bukan hal baru baginya, kurang lebih delapan tahun setengah saya menetap di Aceh, Aceh rumah kedua bagi saya,” ujarnya.

Ia menilai posisi Aceh Barat Daya sangat strategis karena diapit oleh beberapa kabupaten tetangga. Namun, kata Ruruh, potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik terutama oleh generasi muda. “Anak-anak muda kita lebih cenderung berpikir untuk menjadi tentara, polisi, PNS, pegawai BUMN dan BUMD. Naluri wiraswasta sangat kurang di kalangan anak muda kita. Inilah yang seharusnya kita asah dan kita munculkan,” ujarnya.

Menurut Ruruh, kehidupan di kota-kota besar kini sangat susah, berbeda dengan di Aceh yang sangat mudah. “Apalagi, ditopang beragam potensi yang kita miliki dan itu jugalah yang membuat kita menjadi terlena. Saya berharap kepada generasi muda untuk membangun jiwa wiraswasta dan jangan hanya bersandar kepada pemerintah,” papar Ruruh.

Selain itu, Danrem juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh Barat Daya yang telah menyediakan lahan pembangunan Kompi. Ia berharap jalinan yang baik antar lembaga menjadi pendorong agar menjadikan Aceh Barat Daya lebih baik dari berbagai sektor. “Di Aceh Barat Daya sudah ada Kodim, Kompi dan Polres. Mereka sudah diberi kemampuan dan alat-alat lengkap. Ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempercepat laju pembangunan.” (N).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *