Abdya Aceh, Dilanda Banjir Kapas

Warga Desa Keude Paya sedang memungut kapas yang bertebaran di pinggiran jalan menuju perkantoran setdakab Abdya.

Reporter: Nazli Md.

Abdya-Aceh, Selasa (31/1/2017) suaraindonesia-news.com – Semenjak sepekan terakhir, di Jalan Perkantoran Setdakab Acah Barat Daya (Abdya) mengalami Hujan kapas.

Pasalnya, kapas yang seharusnya sudah dipanen itu terlambat dipanen pemiliknya, hingga buah pohon kapas yang berjajaran dipinggir jalan di Desa Keude Paya setempat bertebaran kemana-mana.

Pantauan Suaraindonesia-news.com, batang kapas Sebanyak 15 batang tersebut konon tidak berpenghuni lagi, karena pemiliknya telah meninggal, namun terlihat salah seorang warga Desa Kedeu paya yang mengaku famili dari keluarga Almarhum sedang memungut kapas diseputaran jalan menuju perkatoran.

Menurut salah seorang warga Desa Kedeu paya Nuri mengatakan, seharusnya, buah kapas ini dipanen setiap dua bulan sekali agar kualitasnya bagus.

“Buah kapas itu panennya dua bulan sekali, kalau mau bagus hasilnya, kalau begini jadi banyak yang terbuang-buang,” ujar Nuri.

Dikatakanya, Harga yang tinggi menjadi salah satu pendorong bagi kami untuk memungut kapas sehingga sedikit beban ekonomi bisa tertampung, bayangkan saja satu goni besar kapas kering ini harganya bisa mecapai Rp 500 Ribu, ini belum satu hari saja kami sudah hampir dua goni, katanya.

“Kapas-kapas yang telah dikumpul tersebut nantinya akan dijual kepada penampung kapas, untuk dijadikan kasur, bantal, dan lain-lain,” terang Nuri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here