SUMENEP, Jumat (15/2/2019) suaraindonesia-news.com – Komisi II DPRD Sumenep merasa kecewa terhadap sikap Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumenep, Edi Sutrisno.
Pasalnya, dalam hearing antara Komisi II DPRD Sumenep dan sejumlah warga yang mengatasnamakan LIDS itu harusnya juga dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumenep, Edi Sutrisno, ternyata absen.
Rencana hearing yang akan digelar di Ruang Rapat Komisi II DPRD Sumenep, Rabu (13/02) itu, hendak mengklarifikasi tidak terealisasinya anggaran hibah bansos di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama dua tahun terakhir.
“Sebenarnya hari ini Dinas Peternakan juga kita undang, malah tidak ada kejelasan, dan ada informasi bahwa dinas peternakan sekarang ke Surabaya, jadi tidak bisa menghadiri rapat audiensi bersama teman-teman LIDS,” Kata Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurussalam, Rabu (13/02).
Hingga, politisi Gerindra yang biasa disapa Oyok itu merasa geram. Karena anggaran di Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep dalam dua tahun terakhir tidak terealisasi. Sehingga pihaknya menyesalkan karena anggaran tersebut menjadi tidak bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami merasa sangat kecewa kepada dinas peternakan, bahkan kami sangat geram. Karena anggaran hibah selama dua tahun terakhir tidak terealisasi. Tapi anggaran ATK dan anggaran perjalanan dinas tetap terealisasi,” terangnya.
Informasinya, Dana Hibah Bansos di Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumenep mencapai Rp5,3 miliar pada tahun 2017. Anggaran tersebut tidak terserap. Kemudian ditahun 2018 kembali dianggarakan senilai Rp 4,5 miliar. Namun juga tidak terserap.
Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumenep, Edi Sutrisno ketika dikonfirmasi via telephonnya tidak diangkat. Meskipun terdengar nada sambung aktif. Bahkan dikonfirmasi via chat whatsApp nya juga tidak merespon.
Reporter : Ifa
Editor : Amin
Publisher : Imam












