Dinkes Beri Pemahaman Manajemen Laktasi Petugas di Puskesmas - Suara Indonesia
Berita UtamaPendidikanRegional

Dinkes Beri Pemahaman Manajemen Laktasi Petugas di Puskesmas

Avatar of admin
×

Dinkes Beri Pemahaman Manajemen Laktasi Petugas di Puskesmas

Sebarkan artikel ini
fd 1
Suasana saat pertemuan manajemen Laktasi

LUMAJANG, Sabtu (21/7/2018) suaraindonesia-news.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, memberikan pemahaman terkait managemen Laktasi bagi petugas Puskesmas tahun 2018 ini, di Gedung Pisang Berlin kantor Dinkes Lumajang, seminggu yang lalu.

Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dai Air Susu Ibu (ASI) diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Lumajang, dr Rosyidah mengatakan, tujuan dari acara tersebut antara lain memberikan informasi bagi peserta tentang managemen laktasi, memotivasi peserta untuk mendukung keberhasilan dalam pemberian ASI ekslusif.

“Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam hal konseling, menyusui, serta keterampilan berkomunikasi khususnya komunikasi dalam memberikan edukasi menyusui bagi masyarakat,” jelasnya kepada sejumlah media waktu itu.

Kegiatan ini kata dr Rosyidah, berlangsung dengan metode presentasi, tanya jawab dan diskusi antar peserta kegiatan.

“Peserta pertemuan tersebut diharapkan mampu memahami informasi terkait laktasi, memotivasi untuk terlibat aktif dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI ekseklusif bagi bayi, melaksanakan demo konseling menyusui dengan keterampilan berkomunikasi yang efektif dalam mengedukasi menyusui bagi masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Propemas, Irma Rokhmania S.Si, menjelaskan kalau target Rumah Tangga Sehat (RTS) tahun 2017 sebesar 56 persen. Sedangkan capaian RTS 2017 masih sebesar 31,77 persen, dan itu masuk kategori tidak sehat.

“Indikator ketidakberhasilan ada 3 yakni masih ada anggota keluarga yang merokok, pemberian ASI ekseklusif pada bayi yang rendah, dan pertolongan persalinan belum 100 persen di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes),” ungkapnya.

Namun terkait ASI, Irma menjelaskan, kalau pemberian ASI ekseklusif pada bayi rendah salah satunya disebabkan oleh faktor perilaku ibu untuk menyusui / memberikan ASI pada bayi kurang mendukung.

“Maka dari itu, managemen Laktasi sebagai upaya mengatur agar keseluruhan proses menyusui sebagai upaya mengatur agar keseluruhan proses menyusui bias berjalan sukses, mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menahan ASI pada masa antenatal, perinatal hingga pasca melahirkan,” tuturnya.

Tentu saja, kata Irma, dibutuhkan para petugas puskesmas (PPD, Petugas Promkes) untuk memberikan pemahaman mengenai managemen Laktasi bagi Ibu menyusui maupun ibu hamil.

Selain itu, perempuan berkaca mata ini juga menambahkan, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat dilaksanakan pada tatanan paling kecil, yaitu tatanan keluarga.

“Keluarga wajib menjadi agen perubahan perilaku yang diharapkan mampu secara mandiri mengatasi berbagai masalah kesehatan, salah satunya melakukan pengembangan PHBS di rumah tangga,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publisher : Imam