ACEH ABDYA, Kamis (17/05/2018) suaraindonesia-news.com – Proyek pembuatan dinding pengaman kuala rubek meupayong kecamatan Susoh yang menggunakan batu gajah disepanjang daerah aliran kuala dikerjakan pada tahun 2016/2017 oleh pihak rekanan melalui Dinas terkait Ironisnya dengan menelan uang rakyat Rp. 2,4 miliaran rupiah, diduga dikerjakan Asal-asalan sehingga Ambruk.
Mukhtar (59) warga rubek salah seorang perwakilan nelayan mengatakan, pekerjaan batu gajah kuala robek itu dari awal sudah menuai masalah dan ceritanya pun panjang dan hasil pekerjaan banyak muzarat dari pada manfaatnya bagi kami nelayan.
”Jika batu yang ambruk ke dalam kuala tidak di angkat , bot-bot yang melintas dari laut ke kuala selalu terhalangi dan para awak bot nelayan pun sering terjadi kecelakaan dan bagi pihak intasi ngak pernah tahu !!. itu contoh nyata puing batu gajah berserakan,” kataa Mukhtar.
Selain itu, atas nama para nelayan dirinya juga meminta kepada kontraktor melalui dinas terkait, agar segera mungkin ditanggulangi serakan batu gajah dikuala robek.
“Jika perkerjaan itu diabaikan oleh dinas terkait, maka diminta kepada pihak berwajib dan pak dewan proses pekerjaan yang merugikan rakyat, karena uang miliaran untuk pembangunan proyek itu berasal dari keringat rakyat,“ tukasnya.
Reporter : Nazli.Md
Editor : Amin
Publisher : Imam












