RAJA AMPAT, Senin (19/03/2018) suaraindonesia-news.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat saat ini telah memberdayakan atau melibatkan 1.500 penggiat anti narkoba, untuk melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Papua Barat.
Hal itu disampaikan kepala BNN Papua Barat Brigjen Pol.Untung Subagyo kepada suaraindonesia-news.com disela-sela acara tatap muka dan sosialisasi kapolda Papua Barat Brigjen Pol.Rudolf Alberth Rodja dengan masyarakat dan pelajar dalam rangka rekrutmen penerimaan anggota Polri Tahun 2018, di jalan Bhayangkara kantor Polsek Waigeo Utara, Kabare, Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (14/03/18) pukul 19:00 waktu setempat.
“Memang kita tidak pungkiri, tidak ada sutu wilayah yang aman terhadap narkoba, termasuk di wilayah Papua Barat, kenapa saya katakan demikian karena memang secara mayoritas dua pertiga wilayah Indonesia dan Papua Barat ini yaitu perairan, jadi ini disinyalir sebagai akses masuknya barang-barang haram itu (narkoba) ke wilayah Papua Barat,” kata Untung.
Baca Juga: Kapolda Papua Barat Ajak Masyarakat Awasi ADD
Dikatakannya, saya sudah mempunyai konsep atau strategi dalam pemberantasan narkoba, guna untuk meminimalisir dan mencegah masuknya barang haram itu (narkoba), dengan memberdayakan penggiat anti narkoba.
“Kita sudah membentuk di wilayah Papua Barat ini, ada 1.500 (seribu lima ratus) penggiat atau relawan anti narkoba kita berdayakan, tugas mereka memberikan suatu informasi pemahaman kepada masyarakat sekitar supaya menjauhi narkoba, dan memberikan informasi kepada aparat, apakah itu aparat BNN, Polri atau TNI tentang adanya kisaran-kisaran suara terjadinya transaksi narkoba di wilayah Papua Barat, itu menjadi atensi saya di 2018 ini sebagai prioritas yang harus kita utamakan,” jelasnya.
Untung menambahkan, memberantas narkoba itu sudah menjadi komitmen BNN, pihaknya mengedepankan pencegahan dan pemberantasan. Ia menghimbau kepada masyarakat, anak-anak sekolah, mahasiswa untuk menjauhi narkoba.
Menurutnya, yang rentan menjadi sasaran adalah anak sekolah dan mahasiswa, awalnya dia cobacoba pakai narkoba, coba-coba akhirnya ketagihan, ketagihan ini akan menjadi suatu kebiasaan.
“Nah ini yang saya minta kepada masyarakat, jangan coba-coba dengan yang namanya narkoba, tidak ada untungnya, hanya kerugian yang didapatkan, merugikan kesehatan, merugikan keuangan dan parahnya lagi keluarga kita bisa berantakan karena narkoba,” tutupnya.
Reporter : Zainal LaAdala
Editor : Amin
Publisher : Imam












